RELUNG.ID – PDAM Tirta Musi telah mengoperasiokan mesinnya untuk melakukan distribusi air bersih pasca pemadaman listrik pada Selasa kemarin (4/6).
Hanya saja, distribusi air belum optimal dan membutuhkan waktu untuk normalisasi pengaliran air bersih.
Demikian diakui oleh Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, Cik Mit, Rabu (5/6).
Dia mengatakan, operasional PDAM Tirta Musi terpaksa terhenti pada Selasa kemarin karena adanya pemadaman listrik. Meski pun listrik sudah menyala sejak malam.
Namun, pompa Intake dan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) belum dapat dihidupkan karena tegangan listrik belum stabil.
“Sampai saat ini pun tegangan listrik belum normal, tapi kami harus menghidupkan pompa. Karena jika menunggu tegangan normal maka penghentian distribusi air bersih tentunya akan lebih lama lagi,” katanya
Meski mesin telah kembali dioperasikan. Namun, distribusi air tentunya belum normal dan membutuhkan waktu sekitar 12 jam agar distribusi dapat kembali normal.
Karena, tidak semua mesin dihidupkan. Seperti dalam satu intake terdapat empat mesin pompa, namun yang dihidupkan hanya tiga mesin saja.
“Karena tegangan yang belum stabil ini, maka berisiko membuat mesin rusak. Jadi tidak seluruh mesin dioperasionalkan,” terangnya.
Akibat belum normalnya distribusi, maka Pelanggan dengan jarak rumah paling dekat dengan intake atau IPA akan lebih dulu mendapat aliran air bersih.
Sementara itu pelanggan yang ujung akan mendapat aliran air bersih lebih lama.
“Kami juga telah mengumumkan hal ini dan diharapkan pelanggan menghemat penggunaan air bersih,” pungkasnya.

