RELUNG.ID — Palestine Chronicle dan Roya News melaporkan bahwa daftar tentara Israel yang bunuh diri selama perang dengan Hamas di Jalur Gaza semakin panjang. Seorang tentara dilaporkan nekat mengakhiri hidup karena mendapat perintah kembali berperang di Jalur Gaza.
Situasi ini membuat pasukan cadangan militer Israel kekurangan personel saat perang memasuki bulan kesembilan, mendorong militer Tel Aviv mencari sukarelawan untuk berperang di Jalur Gaza.
Menurut laporan Radio Israel yang dilansir Al Jazeera, seorang tentara Israel bunuh diri setelah diperintahkan kembali menjalani tugas militer.
Bulan lalu, Haaretz menyebut sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, terdapat 10 perwira dan tentara Israel yang bunuh diri. Beberapa di antaranya mengakhiri hidup dalam pertempuran di area permukiman sekitar Jalur Gaza.
Dalam data yang dihimpun Haaretz, sepuluh tentara Pasukan Pendudukan Israel (IOF) itu, termasuk sejumlah perwira berpangkat Mayor dan Letnan Kolonel, telah diakui secara resmi tewas dalam pertempuran. IOF menolak mengungkapkan lebih rinci mengenai kematian para tentaranya tersebut.
Haaretz juga menegaskan IOF menyembunyikan kematian 17 tentara, beberapa di antaranya tewas bunuh diri, bersama dengan tentara cadangan yang mengakhiri hidup mereka setelah keluar dari tugas militer.
Yedioth Ahronoth menyebut departemen rehabilitasi IOF akan meluncurkan program untuk membantu tentara-tentara yang mengalami gangguan psikologis akibat perang di Jalur Gaza.
Jajak pendapat internal militer Israel menunjukkan hanya 42 persen perwira dalam tugas permanen yang ingin melanjutkan dinas militer setelah perang di Jalur Gaza, menurun dari 49 persen pada Agustus tahun sebelumnya.
Pertengahan Maret 2024, militer Israel mengakui sedang menghadapi krisis kesehatan mental paling signifikan sejak 1973, dipicu pertempuran dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza, sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Militer Israel mencatat 3.763 tentaranya mengalami luka-luka sejak perang berkecamuk, dengan 1.902 kasus cedera terjadi sejak pertempuran darat dimulai pada 27 Oktober 2023.
Tentara Israel yang tewas mencapai 646 personel sejak perang dimulai di Jalur Gaza, di mana 294 tentara di antaranya tewas dalam pertempuran darat di daerah kantong Palestina.

