RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama delegasi dari Vietnam Water Supply and Sewerage Association (VWSA) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama dalam bidang industri air minum.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, dan Chairman VWSA, Nguyen Ngoc Diep, di Griya Agung, Palembang, pada Sabtu (22/6/2024).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami mengucapkan selamat datang kepada perwakilan Pemerintah Vietnam melalui VWSA. Kami menyambut baik kedatangan delegasi VWSA sebagai balasan kunjungan Pemerintah Provinsi Sumsel ke Vietnam pada Maret 2024,” ujar Fatoni.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kerjasama yang telah terjalin dalam bidang penyediaan industri air bersih antara Indonesia dan Vietnam.
“Hari ini kita kedatangan tamu dari organisasi air minum di Vietnam untuk menjalin kerjasama dengan Sumsel dalam pengelolaan air minum,” tambah Fatoni.
Setelah penandatanganan MoU, delegasi VWSA akan mengunjungi fasilitas utilitas air bersih di PT Tirta Sriwijaya Mandiri (TSM), salah satu BUMD Provinsi Sumatera Selatan yang bergerak di bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.
Fatoni berharap pertemuan ini dapat membuka peluang bagi sektor swasta untuk berinvestasi dan memperkuat kerjasama di sektor air minum antara Sumsel dan Vietnam.
“Kita mengetahui bahwa perusahaan air minum di Vietnam sudah sangat maju, dengan tingkat kebocoran 0,5 persen, sedangkan di Indonesia rata-rata masih 30 persen. Cakupan nasional Vietnam sudah mencapai 70 persen, sementara Indonesia masih 30 persen. Kerjasama ini mencakup SDM, teknologi, dan tata kelola yang diharapkan membawa dampak baik,” jelas Fatoni.
Chairman VWSA, Nguyen Ngoc Diep, menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam semakin baik dari tahun ke tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih telah diterima dengan baik di Sumsel. Hubungan kerjasama antara Vietnam dan Indonesia telah berlangsung baik, dengan banyaknya investor yang berinvestasi di kedua negara di berbagai bidang termasuk teknologi, pertanian, dan industri perairan,” ujar Nguyen Ngoc Diep.[AYK]

