RELUNG.ID — Seorang ibu Bhayangkari bernama Ervina membeberkan kisah rumah tangganya yang pahit di media sosial. Ia mengaku telah diselingkuhi berkali-kali oleh suaminya, Iptu JBW, yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Pangkalan Balai.
Dalam curhatannya, Ervina menyebutkan bahwa perselingkuhan sang suami telah berlangsung selama tujuh tahun pernikahan mereka. Selama itu pula, Iptu JBW diduga tidak memberikan nafkah lahir dan batin kepada Ervina dan anak-anak mereka.
“Hampir 7 tahun lamanya saya tidak memiliki kekuatan apapun. Saya hanya ibu rumah tangga yang memiliki 3 anak. Saya hanya ingin mengutarakan isi hati dan mempertahankan hak saya,” tulis Ervina di akun media sosialnya, Senin (24/6/2024).
Ervina berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo dapat menegur suaminya. Ia mengajukan beberapa pertanyaan terkait perlakuan suaminya:
1. Apakah seorang polisi yang telah menikah secara sah baik menurut agama maupun hukum bisa menikah lagi tanpa sepengetahuan istri sah?
2. Apakah seorang polisi boleh tidak menyelesaikan permasalahan rumah tangga dengan baik selama tujuh tahun, dan tidak memberi nafkah lahir dan batin kepada istri?
3. Apakah seorang polisi bisa mengganti data kartu keluarga sehingga status pernikahan yang awalnya tercatat menjadi tidak tercatat?
Ervina mengaku telah berulang kali memergoki suaminya berselingkuh. Salah satu kejadian, ia memergoki suaminya berselingkuh dengan seorang Polwan yang juga sudah bersuami dan memiliki anak. Selain itu, Iptu JBW diduga berselingkuh dengan seorang pegawai perguruan tinggi negeri di Palembang berinisial FT, bahkan telah menikah secara siri.
“Saya sempat pergoki suami saya bersama pelapor tersebut. Namun saya, diminta untuk menggugat menceraikan suami saya. Tapi saya tetap mempertahankan pernikahan itu. Karena saya tahu pelakor itu mau menikah dengan suami saya,” ungkap Ervina.
Ervina meminta pimpinan Polri bereaksi atas kasus perselingkuhan tersebut. Ia mengaku selama tujuh tahun tidak pernah merasakan gaji suaminya dan terpaksa menjadi tukang ojek di wilayah Betung, Banyuasin, untuk bertahan hidup.
“Saya berharap bapak Jenderal bisa memberikan saya ruang dan waktu agar saya mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” jelasnya.
Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra mengonfirmasi bahwa Iptu JBW adalah anggota yang menjabat sebagai Kapolsek Pangkalan Balai. Saat ini, Iptu JBW sudah dibebastugaskan dari tanggung jawabnya untuk mempermudah pemeriksaan.
“Kami telah membebastugaskan yang bersangkutan dari tanggung jawab sebagai Kapolsek,” tutup Ferly.[AYK]

