RELUNG.ID — Sebanyak 12 kepala desa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, membeli kendaraan operasional jenis Toyota Rush, mengklaim bahwa mobil tersebut akan digunakan untuk operasional desa.
Kepala Dinas PMD Prabumulih, Fauzan Akmal, mengkonfirmasi bahwa pembelian kendaraan tersebut menggunakan anggaran dana desa, dengan total biaya sekitar Rp 3 miliaran.
“Setiap kendaraan operasional dibeli dengan anggaran Rp 284 juta dan keseluruhan kendaraan tersebut kurang lebih Rp 3 miliaran. Dana desa yang dikeluarkan bukan dari keseluruhan melainkan dari masing-masing desa,” ujar Fauzan pada Sabtu (29/6/2024).
Menurut Fauzan, mobil tersebut akan digunakan untuk operasional desa dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, pembelian ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Beberapa warga, seperti Erni, menyatakan bahwa sebaiknya dana tersebut digunakan untuk membeli mobil ambulans atau kendaraan yang lebih besar dan bermanfaat bagi warga desa, seperti mobil Luxio.
“Kalau mobil Rush itu dibelikan, untuk kepentingan kades bukan untuk masyarakat desa. Kalau masyarakat desa kan butuhnya ambulans untuk mengantar sakit atau kematian kan jadi bermanfaat untuk warga,” tegas Erni.
Kontroversi ini mencuat ketika 12 kepala desa bersama istri masing-masing membawa mobil dinas baru mereka ke Pendopo rumah dinas Wali Kota saat menghadiri pengukuhan dan pemberian SK perpanjangan masa jabatan pada Kamis (27/6).
Kehadiran 12 mobil tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat mengenai penggunaan dana desa yang lebih tepat dan bermanfaat bagi kepentingan publik.[AYK]

