RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami deflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan pada Juni 2024, lebih rendah dibandingkan tingkat deflasi nasional yang mencapai 0,08 persen.
Data ini diungkapkan oleh Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, dalam rilis resmi hari Senin ini.
Menurut analisis BPS, dari 425 komoditas yang diamati, 127 di antaranya mengalami kenaikan harga, 213 komoditas lainnya stabil, dan 85 komoditas mengalami penurunan harga.
Beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang deflasi di Sumsel pada bulan Juni 2024 meliputi bawang merah, tomat, bawang putih, daging ayam ras, dan ikan patin.
Wahyu menjelaskan bahwa dari 11 kelompok pengeluaran yang diamati, tujuh kelompok mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi, dan dua kelompok lainnya stabil.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab utama deflasi, dengan kontribusi perubahan indeks sebesar 0,48 dan andil deflasi mencapai 0,15 persen,” ujarnya.
Penurunan harga bawang merah dipicu oleh panen dini untuk mengantisipasi dampak banjir di beberapa sentra produksi, sedangkan penurunan harga bawang putih terjadi setelah adanya impor besar-besaran pada akhir Mei yang meningkatkan ketersediaan pasokan.
“Panen dini di beberapa sentra produksi bawang merah untuk mengurangi kerugian akibat banjir menyebabkan harga bawang merah turun,” ungkap Wahyu.
Periode Juni 2024 juga ditandai dengan momen penting seperti Hari Raya Idul Adha, kenaikan kelas, libur sekolah, dan pendaftaran peserta didik baru, yang secara signifikan meningkatkan konsumsi dan permintaan di berbagai sektor ekonomi.
Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, mengapresiasi kontribusi BPS Sumsel dalam menyediakan data yang akurat dan relevan untuk pengukuran kinerja pemerintah daerah serta evaluasi program pembangunan.
Dia menegaskan bahwa data inflasi merupakan indikator kunci dalam pengendalian inflasi dan upaya pengentasan kemiskinan di Sumsel.
“Kami mengajak semua pihak terkait untuk memanfaatkan data ini dengan baik dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” kata Elen Setiadi. [AYK]

