RELUNG.ID — Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatra melalui tim Manggala Agni tengah berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di perbatasan Jambi-Sumatra Selatan. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut melanda wilayah Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Sumatra Selatan (Sumsel).
“Saat ini tim darat dan udara (Water Boombing) masih melakukan upaya pemadaman api yang membakar lahan di wilayah Muara Medak,” ungkap Kepala BPPIKHL Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto, Rabu (31/7/2024).
Ferdian menerangkan, kebakaran lahan yang melanda Muara Medak terjadi sejak Selasa (30/7/2024). Dari data terakhir ada sekitar 15 Hektare (Ha) lahan yang hangus terbakar. Kondisi kebakaran lahan tersebut diketahui terjadi akibat meningkatnya hotspot atau titik panas di Sumsel. Kondisi kemarau turut memperparah kekeringan yang ada.
“Kebakaran di Muara Medak terjadi di wilayah gambut,” jelas Ferdian.
Ia menjelaskan, kondisi kemarau yang terjadi di sebagian wilayah Sumsel telah menyebabkan tinggi muka air yang berada di lahan gambut surut. Kondisi ini dinilai berbahaya jika terjadi kebakaran lantaran dapat menyebabkan api yang membakar gambut akan sulit dipadamkan.
“Sudah lama tidak turun hujan di lokasi kebakaran menyebabkan kekeringan. Secara umum kondisi air di lahan gambut di dua kabupaten, OKI dan Musi Banyuasin, telah turun sekitar 40 sentimeter,” tambahnya.
Berdasarkan data dari BPBD Sumsel, wilayah Muara Medak sudah terbakar sejak pekan lalu. Per (21/7/2024), kebakaran yang terjadi di Bayung Lencir berhasil ditangani dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 45 Ha.
Namun karena kondisi panas yang tinggi, api kembali muncul membakar lahan yang berada pada satu hamparan yang sama.
“Sebelumnya sudah padam semua. Baru-baru ini kembali terpantau ada kebakaran di sampingnya (satu hamparan),” tutup Ferdian.[AYK]

