RELUNG.ID – Memasuki musim kemarau sejumlah persoalan menghantui wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
Tak hanya, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), tetapi juga krisis air bersih.
Hal ini mulai dirasakan oleh warga Kayuagung, Nandung, Senin (29/7).
Dia mengatakan, kekeringan ini mulai dirasakannya sejak akhir bulan Mei lalu. Namun, memang masih hujan masih turun sehingga persediaan air bersih masih ada dari sumur.
Sedangkan, di akhir Juni 2024, sumur miliknya dan warga sekitar rumahnya mulai kering dan kualitas air menjadi keruh kecoklatan.
“Air sungai juga kering dan mengeluarkan bau, sehingga warga terkadang membeli air galon untuk kebutuhan mereka atau meminta air dari masjid dengan membawa ember,” katanya.
Sementara itu, Camat Sungai Menang, Eka Mardia mengakui saat ini kondisi cuaca sudah memasuki musim kemarau. Beberapa wilayah di Sungai Menang pun mengalami kekeringan. Meski demikian, kekeringan ini belum terlalu parah.
“Belum ada laporan warga soal krisis air bersih, warga masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Pihaknya juga tengah berupaya untuk melokalisir dampak kemarau panjang ini, mengingat OKI juga merupakan salah satu daerah di Sumsel dengan hotspot tertinggi.
“Upaya ini guna mencegah terjadinya karhutla khususnya di wilayah Sungai Menang,” pungkasnya. (HJW)

