RELUNG.ID – Informasi ini sangat penting untuk kalian mengenali diri kalian dan sekitar kalian tentang hypersex. Karena secara tidak sadar hal ini dikhawatirkan bisa berada disekitar kita.
Makanya sebaiknya kenali apa itu hypersex, ciri-ciri dan cara mengatasinya. Dilansir dari klikdokter Disampaikan oleh Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog.
Pengertian Hypersex
Dia menyebutkan Hypersex adalah salah satu gangguan seksual, yang secara medis tergolong dalam gangguan obsesif kompulsif atau kecanduan.
Baca Juga: Ini 4 Tipe Narsis! Apakah Kalian juga Narsistik
Ciri-Ciri Hypersex
- Sulit mengendalikan dorongan seksual, misalnya ingin terus-menerus melakukan hubungan intim, menonton konten pornografi, atau masturbasi
- Adanya peningkatan kecanduan terhadap hal yang berbau seks, misalnya sebelumnya melakukan masturbasi satu bulan sekali namun sekarang bisa lebih banyak daripada itu
- Tidak kunjung mendapatkan kepuasaan dari aktivitas yang dilakukan, sekalipun variasi aktivitasnya jadi bertambah atau frekuensinya jadi lebih sering
- Menyadari apa yang dilakukan tidak benar dan merasa bersalah hingga membenci diri sendiri
- Berusaha untuk lepas dari obsesinya tapi sering kali gagal dan kambuh dalam prosesnya
- Menghindari interaksi sosial agar bisa melakukan aktivitas seksual
- Dalam beberapa situasi, orang dengan kondisi ini rentan mengalami penyakit mental, seperti gangguan kecemasan atau depresi
Apa Penyebab Hypersex?
Penyebab pasti hiperseksualitas tidak diketahui. Akan tetapi, ini mungkin terkait dengan kesehatan mental dan fisik seseorang.
Berikut adalah berbagai kondisi yang membuat seseorang lebih beresiko mengalami hiperseks:
- Gangguan bipolar
- Tumor dan cedera pada lobus frontal otak
- Penyalahgunaan obat
- Riwayat gangguan makan
- Pernah mengalami pelecehan seksual, khususnya di kalangan wanita
Baca Juga: Terlihat Malas, Tetapi 5 Zodiak Ini Paling Produktif
Cara Mengatasi Hypersex?
Ada beberapa cara mengatasi hiperseks, di antaranya:
1. Psikoterapi
“Level pengobatannya tidak cuma konseling, tapi psikoterapi (terapi psikologis), di mana ada rancangan yang membuat pasien menyadari sumber masalahnya apa, pencetusnya apa, dan dampaknya seperti apa pada kualitas hidup”, jelas psikolog Iswan.
Salah satu metode perawatannya adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Tujuannya, untuk mengidentifikasi pikiran yang tidak rasional atau pikiran negatif. Lalu mengubah pola pikir pasien jadi lebih positif dan membuat kebiasaan baru yang bisa mengurangi dorongan hypersex.
2. Terapi Keluarga
“Jika seseorang lebih terbuka dengan pasangan atau keluarga, ini jauh lebih baik. Karena salah satu pencetus hiperseks adalah kondisi emosional yang tidak stabil dan ini bisa ditenangkan oleh support system-nya, seperti keluarga atau pasangan”, papar psikolog Iswan.
3. Terapi Kelompok
Bila terapis menemukan kasus hypersex pada beberapa orang, perawatan ini bisa dilakukan. Tujuannya, agar pasien tidak merasa berjuang sendiri dalam mengatasi hiperseks.
“Mereka juga bisa saling sharing, saling memahami, dan dapat meningkatkan harga diri masing-masing”, paparnya lebih lanjut.
4. Farmakoterapi
Terakhir, psikolog Iswan menyebutkan terapi obat-obatan sebagai cara untuk mengatasi hiperseks. Perawatan ini dilakukan jika pasien yang mengalami hiperseks juga menunjukkan gejala depresi, kecemasan, atau gangguan lainnya.
“Jika pasien mengalami mood yang berantakan, ia bisa mendapatkan obat berupa mood stabilizer”, ucap psikolog Iswan. Namun dosis dan jenis obat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien atas saran dokter.
Semoga bermanfaat

