Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»PENTING! Ini Ciri-ciri Hypersex dan Cara Mengatasinya
Lifestyle

PENTING! Ini Ciri-ciri Hypersex dan Cara Mengatasinya

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda07/08/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Informasi ini sangat penting untuk kalian mengenali diri kalian dan sekitar kalian tentang hypersex. Karena secara tidak sadar hal ini dikhawatirkan bisa berada disekitar kita.

Makanya sebaiknya kenali apa itu hypersex, ciri-ciri dan cara mengatasinya. Dilansir dari klikdokter Disampaikan oleh Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog.

Pengertian Hypersex

Dia menyebutkan Hypersex adalah salah satu gangguan seksual, yang secara medis tergolong dalam gangguan obsesif kompulsif atau kecanduan.

Baca Juga: Ini 4 Tipe Narsis! Apakah Kalian juga Narsistik

Ciri-Ciri Hypersex

  • Sulit mengendalikan dorongan seksual, misalnya ingin terus-menerus melakukan hubungan intim, menonton konten pornografi, atau masturbasi
  • Adanya peningkatan kecanduan terhadap hal yang berbau seks, misalnya sebelumnya melakukan masturbasi satu bulan sekali namun sekarang bisa lebih banyak daripada itu
  • Tidak kunjung mendapatkan kepuasaan dari aktivitas yang dilakukan, sekalipun variasi aktivitasnya jadi bertambah atau frekuensinya jadi lebih sering
  • Menyadari apa yang dilakukan tidak benar dan merasa bersalah hingga membenci diri sendiri
  • Berusaha untuk lepas dari obsesinya tapi sering kali gagal dan kambuh dalam prosesnya
  • Menghindari interaksi sosial agar bisa melakukan aktivitas seksual
  • Dalam beberapa situasi, orang dengan kondisi ini rentan mengalami penyakit mental, seperti gangguan kecemasan atau depresi

Apa Penyebab Hypersex?

Penyebab pasti hiperseksualitas tidak diketahui. Akan tetapi, ini mungkin terkait dengan kesehatan mental dan fisik seseorang.

Berikut adalah berbagai kondisi yang membuat seseorang lebih beresiko mengalami hiperseks:

  • Gangguan bipolar
  • Tumor dan cedera pada lobus frontal otak
  • Penyalahgunaan obat
  • Riwayat gangguan makan
  • Pernah mengalami pelecehan seksual, khususnya di kalangan wanita

Baca Juga: Terlihat Malas, Tetapi 5 Zodiak Ini Paling Produktif

Cara Mengatasi Hypersex?

Ada beberapa cara mengatasi hiperseks, di antaranya:

1. Psikoterapi

“Level pengobatannya tidak cuma konseling, tapi psikoterapi (terapi psikologis), di mana ada rancangan yang membuat pasien menyadari sumber masalahnya apa, pencetusnya apa, dan dampaknya seperti apa pada kualitas hidup”, jelas psikolog Iswan.

Salah satu metode perawatannya adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Tujuannya, untuk mengidentifikasi pikiran yang tidak rasional atau pikiran negatif. Lalu mengubah pola pikir pasien jadi lebih positif dan membuat kebiasaan baru yang bisa mengurangi dorongan hypersex.

2. Terapi Keluarga

“Jika seseorang lebih terbuka dengan pasangan atau keluarga, ini jauh lebih baik. Karena salah satu pencetus hiperseks adalah kondisi emosional yang tidak stabil dan ini bisa ditenangkan oleh support system-nya, seperti keluarga atau pasangan”, papar psikolog Iswan.

3. Terapi Kelompok

Bila terapis menemukan kasus hypersex pada beberapa orang, perawatan ini bisa dilakukan. Tujuannya, agar pasien tidak merasa berjuang sendiri dalam mengatasi hiperseks.

“Mereka juga bisa saling sharing, saling memahami, dan dapat meningkatkan harga diri masing-masing”, paparnya lebih lanjut.

4. Farmakoterapi

Terakhir, psikolog Iswan menyebutkan terapi obat-obatan sebagai cara untuk mengatasi hiperseks. Perawatan ini dilakukan jika pasien yang mengalami hiperseks juga menunjukkan gejala depresi, kecemasan, atau gangguan lainnya.

“Jika pasien mengalami mood yang berantakan, ia bisa mendapatkan obat berupa mood stabilizer”, ucap psikolog Iswan. Namun dosis dan jenis obat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien atas saran dokter.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIni 4 Tipe Narsis! Apakah Kalian juga Narsistik
Next Article Berikut Daftar Penerima Penghargaan Udin Award dan Tasrif Award 2023
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,868 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?