RELUNG.ID – Ancaman di dunia pers masih kerap terjadi tak terkecuali di Indonesia.
Bahkan, beberapa tokoh pun harus gugur dalam memperjuangkan kebebasan berpendapat dan nilai demokrasi.
Demikian terungkap dalam Malam Resepsi HUT ke-29 AJI yang bertemakan ‘Merayakan Keberagaman, Menjaga Independensi’, Senin malam (7/8).
Baca Juga: Ini 4 Tipe Narsis! Apakah Kalian juga Narsistik
Hampir setiap tahun, AJI pun memberikan penghargaan kepada individu, kelompok atau lembaga yang tetap memperjuangkan kebebasan berpendapat dan nilai demokrasi.
Penghargaan tersebut melalui Udin Award dan Tasrif Award.
Udin Award ini guna mengenang perjuangan Fuad M Syafruddin jurnalis Bernas Yogyakarta yang dianiaya di depan rumahnya, diduga akibat berbagai berita penyelewengan pemerintahan.
Baca Juga: Mau Cari Jodoh! Ini 4 Zodiak Pasangan Terbaik di Masa Depan
Udin akhirnya meninggal dunia pada 16 Agustus 96 setelah tiga hari mendapatkan serangan tersebut.
“Kematian udin ini tidak boleh sia-sia, tuntutan membongkar pembunuhan udin harus terus diteriakkan,” kata pembawa acara, Malika Inong didampingi Fransisca Christy.
Sementara Tasrif Award ini, didasari perjuangan Suardi Tasrif yang berupaya menegakkan kebebasan berpendapat dan nilai-nilai demokrasi di zaman orde baru. Bahkan, Tasrif ini juga dikenal sebagai bapak Kode Etik Indonesia.
Baca Juga: Terlihat Malas, Tetapi 5 Zodiak Ini Paling Produktif
“Tasrif award ini diberikan kepada individu, kelompok, dan organisasi yang hingga kini berjuang untuk menegakkan kebebasan berpendapat dan nilai demokrasi,” terangnya.
Berikut penerima penghargaan Udin Award dan Tasrif Award.
Udin Award: Pemimpin Redaksi Floressa, Rian Dago
Tasrif Award: Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti

