RELUNG.ID – Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat adanya lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk tahun 2024 periode Agustus.
Berdasarkan data, lonjakan ini mencapai 23,72 persen dari sebelumnya 37.375 tenaga kerja tahun lalu kini menjadi 46.240 tenaga kerja.
Angka pengangguran paling tinggi berada di Provinsi Bangka Belitung dengan persentase mencapai 5.375,75 persen atau sekitar 1.807 tenaga kerja.
Kemudian, disusul Sulawesi Tenggara, dengan kenaikan 672,5 persen. Angka ini menunjukkan bahwa provinsi ini sangat terdampak gelombang PHK.
Posisi ketiga ditempati oleh Sumatera Barat dengan melesat 584,91 persen. Urutan keempat diisi oleh DKI Jakarta yang naik 575,93 persen dan pada posisi kelima ditempati oleh Sumatera Utara dengan kenaikan 498,89 persen.
Dikutip dari CNBC, Peneliti LPEM FEB UI, Muhammad Hanri menyebutkan setidaknya ada 3 sektor yang menjadi penyumbang utama angka PHK di Indonesia. ketiga sektor itu adalah manufaktur, teknologi dan perbankan.
“Jika dilihat dari sektor industri, beberapa sektor memang mengalami peningkatan PHK yang lebih signifikan dibandingkan sektor lainnya,” katanya. (EWJ)

