RELUNG.ID – Kualitas udara di Kota Palembang pagi ini (11/9/2024) semakin memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumsel.
Sejak pukul 05.00 WIB, udara terasa pekat dan bau asap semakin menyengat pada pukul 06.00-08.00 WIB. Data dari Air Visual menunjukkan indeks kualitas udara berada pada tingkat yang tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan konsentrasi partikel PM 2,5 mencapai 53 µg/m³.
Warga Palembang, Eko Prasetyo merasakan dampak asap yang masuk hingga ke dalam rumahnya.
“Saya khawatir dengan anak-anak, pagi ini baunya terasa sekali,” ujarnya.
Asap yang diduga terbawa angin dari wilayah karhutla di sekitar Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim semakin terasa, terutama pada malam hari.
“Saat malam, udara sangat terasa perih di mata dan membuat kami harus memakai masker,” jelas Eko.
Kepala BPPIKHL Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di beberapa wilayah, termasuk Bayung Lencir dan Lumpatan di Musi Banyuasin, Sungai Rotan di Muara Enim, serta Pangkalan Lampam di OKI dan sepanjang tol Palembang-Indralaya (Palindra) di Ogan Ilir.
“Pemadaman terus dilakukan di berbagai lokasi, namun beberapa titik seperti di Muara Enim, Muba, dan Ogan Ilir masih dalam proses pemadaman,” ujarnya.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa lahan yang terbakar di Sumatera Selatan sepanjang 2024 mencapai 2.948,1 hektare, lebih kecil dibandingkan dengan 2023 yang mencapai 4.162,3 hektare.[AYK]

