RELUNG.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pegunungan Sumsel Barat, untuk waspada terhadap potensi hujan es.
Fenomena ini disebabkan oleh labilitas udara yang memicu pertumbuhan awan konvektif, seperti awan Cumulonimbus.
Pejabat Ahli Madya BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca beberapa hari ke depan menunjukkan adanya belokan dan konvergensi di sekitar wilayah Sumsel, yang dapat mengakibatkan perlambatan dan penumpukan massa udara.
Awan Cumulonimbus ini berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan lebat disertai kilat, serta risiko puting beliung.
Sinta mengimbau masyarakat, terutama di Pagaralam, Lahat, dan Empat Lawang, untuk lebih berhati-hati selama beberapa hari ke depan. Saat ini, atmosfer di sekitar Sumsel dipengaruhi oleh gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi angin kencang dengan memperkuat bangunan, menghindari pohon atau bangunan yang rentan roboh, serta berhati-hati terhadap sambaran petir dan potensi genangan saat hujan lebat,” imbaunya.
Dengan masuknya akhir September hingga Oktober, wilayah ini memasuki musim peralihan dari kemarau ke hujan. Ciri-ciri musim ini antara lain udara hangat dan cerah di pagi hari, diikuti hujan menjelang sore.
Hujan selama musim peralihan biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat. Sinta juga menyarankan masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi musim hujan dengan membersihkan lingkungan dan menjaga kelancaran drainase.[AYK]

