RELUNG.ID – Pendaftaran rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Lubuklinggau telah ditutup, Sabtu kemarin (28/9).
Berdasarkan data, pendaftaran KPPS yang masuk ini mencapai 2.950 orang.
Demikian diakui oleh Anggota KPU Lubuklinggau Divisi Parmas dan SDM, Andri Affandi, Senin (30/9).
Dia mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mengecek riwayat atau rekam jejak pendaftar KPPS di Media Sosial.
Hal ini untuk mencegah agar KPPS ini tidak terlibat dalam kegiatan sosialisasi Paslon. Mulai dari deklarasi ataupun tergabung dalam relawan pasangan calon.
“Kami masih menunggu hasil penelusuran PPS terhadap rekam jejak peserta baik di Sistem Partai Politik (Sipol) ataupun medsos,” katanya.
Nantinya, pada 2 Oktober dilakukan pengumuman hasil penelitian administrasi dan bersamaan dengan tanggapan masyarakat. Kemudian, 5 hingga 7 Oktober 2024 pengumuman hasil seleksi calon anggota KPPS.
Sedangkan, pada 7 Oktober sampai 1 November akan memasuki proses administrasi calon anggota KPPS. Kemudian, 7 November akan dilakukan penetapan anggota KPPS dan pelantikan.
Saat ini, dia mengaku kebutuhan KPPS di Lubuklinggau yaitu mencapai 2.282 orang. Dimana, jumlah tersebut termasuk dua TPS khusus di Lapas Lubuklinggau.
Untuk gajinya sendiri, ketua KPPS yaitu sebesar Rp900 ribu. Sedangkan, anggota mencapai Rp850 ribu. “KPPS sendiri bertugas diantaranya untuk membagikan undangan kepada pemilih. Kemudian bertugas melakukan pemungutan suara dan penghitungan suara ditingkat TPS,” pungkasnya. (ANS)

