Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Perajin Batik Lubuklinggau Kembangkan Motif ‘Durian Rampak’ dengan Filosofi Kesejahteraan
Lifestyle

Perajin Batik Lubuklinggau Kembangkan Motif ‘Durian Rampak’ dengan Filosofi Kesejahteraan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda03/10/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Mada, perajin batik Lubuklinggau tengah menyelesaikan membatik batik durian rampak, Foto : Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, semakin menunjukkan perkembangan dalam industri batik dengan munculnya beragam motif yang terinspirasi dari kearifan lokal. Salah satu perajin batik yang telah sukses mengangkat potensi daerah adalah Mada, seorang seniman batik yang telah melahirkan tiga motif batik khas Lubuklinggau, termasuk motif terbarunya yang dinamakan “Durian Rampak”.

Mada menjelaskan bahwa motif “Durian Rampak” diambil dari salah satu nama daerah dan kelurahan di Kota Lubuklinggau. Motif ini baru diperkenalkan dan saat ini sedang dalam proses pengajuan hak cipta ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI).

“Motif ‘Durian Rampak’ memiliki makna tersendiri. Arti dari ‘rampak’ adalah lebat atau rimbun, yang melambangkan kelimpahan dan kesejahteraan. Ini adalah doa dari para perajin batik di Lubuklinggau agar kota kami selalu diberkahi rezeki yang melimpah dan kehidupan yang makmur,” ujar Mada saat ditemui di galeri Batik Lukis Mada yang terletak di Jalan Sejahtera, Gang Alkisam, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (2/10).

Mada juga memaparkan bahwa proses pembuatan motif batik “Durian Rampak” masih dalam edisi terbatas. Setiap kain batik memerlukan waktu pengerjaan sekitar dua hingga tiga hari. Sebelum memperkenalkan motif ini, Mada telah menciptakan dua motif batik lainnya, yaitu motif “Duren Belah” dan motif “Duren Ceplok”.

Menurut Mada, perkembangan batik di Lubuklinggau cukup pesat, baik di wilayah Utara, Barat, maupun Selatan. Namun, ia berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dapat memberikan dukungan lebih lanjut, baik melalui apresiasi maupun pembelian produk batik lokal, sehingga industri batik di kota ini dapat terus berkembang.

“Di Hari Batik ini, saya ingin mengajak teman-teman perajin batik untuk tetap bersemangat dan yakin bahwa batik tulis dan cap akan selalu abadi. Jangan khawatir dengan perkembangan teknologi batik printing. Hasil karya manual akan tetap memiliki nilai seni yang tinggi dan abadi. Jadi, jangan malu untuk terus berkarya secara manual,” ujarnya.

Mada telah menekuni profesi sebagai perajin batik sejak tahun 2014. Namun, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah kesulitan memperoleh bahan baku, seperti kain, pewarna, dan canting, yang harus dipesan dari daerah lain seperti Solo, Cirebon, atau Yogyakarta.

“Kami harus memesan bahan baku dari Jawa, dan biasanya memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk sampai ke Lubuklinggau. Ini tentu menjadi kendala bagi kami untuk memproduksi batik dalam jumlah yang lebih besar,” tambah Mada.

Meski demikian, Mada optimistis bahwa batik khas Lubuklinggau akan terus berkembang dan diminati, baik oleh masyarakat lokal maupun pasar nasional.

Dengan pengembangan motif-motif batik yang mengangkat kearifan lokal, Mada berharap batik Lubuklinggau dapat menjadi ikon kebanggaan kota dan membawa nama baik Lubuklinggau ke kancah yang lebih luas.[AYK]

Batik Lubuklinggau
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemkab OKU Selatan Minta Maaf Terkait Viralnya Video Pelayanan Buruk RSUD Muaradua
Next Article Angkutan ODOL Masih Melintas di OKI, 15 Kendaraan Ditilang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,945 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,815 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,788 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?