RELUNG.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas viralnya video yang memperlihatkan pelayanan kurang memadai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua, OKUS, Sumatera Selatan.
Permohonan maaf ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemkab OKU Selatan, M. Rahmattullah, pada Rabu (2/10/2024).
“Mewakili Pemkab OKUS, kami menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di RSUD Muaradua. Kami menyesalkan kejadian tersebut dan akan segera mengambil langkah-langkah responsif untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Rahmattullah.
Permintaan maaf ini disampaikan menyusul beredarnya video yang menunjukkan seorang wanita menangis tersedu-sedu memohon bantuan tenaga medis untuk adiknya yang dalam kondisi kritis.
Namun, dalam video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat tidak ada satu pun petugas medis yang merespons atau memberikan pertolongan kepada anak laki-laki yang terbaring lemah dengan hidung mengeluarkan darah.
“Kami memohon maaf kepada keluarga pasien dan seluruh masyarakat atas insiden yang merusak citra baik Pemerintah Daerah dan RSUD Muaradua. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur atau kelalaian, sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKUS, dr. Merry Astuti, mengakui adanya kekurangan tenaga medis di RSUD Muaradua, terutama dokter spesialis. Menurutnya, meski jumlah tenaga perawat mencukupi, namun jumlah dokter masih jauh dari ideal.
“Kami selalu membuka formasi dokter setiap ada penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tetapi jumlah pendaftar masih sangat sedikit,” ungkap Merry.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan lebih intensif melakukan edukasi kepada seluruh tenaga medis di RSUD Muaradua agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
“Kami akan lebih sering mengadakan pelatihan dan evaluasi pelayanan di RSUD agar tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa mendatang,” lanjut Merry.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemkab OKU Selatan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan pelayanan RSUD Muaradua. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan jumlah tenaga medis dan fasilitas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video viral tersebut memicu reaksi keras dari netizen yang mengecam buruknya pelayanan kesehatan di RSUD Muaradua. Banyak yang berharap agar perbaikan pelayanan segera dilakukan sehingga kejadian serupa tidak lagi terjadi.
Rahmattullah menambahkan bahwa Pemkab OKUS berjanji akan melakukan perbaikan yang signifikan dan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran oleh tenaga medis yang bertugas.
“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami semua. Kami berharap ke depan pelayanan kesehatan di RSUD Muaradua akan jauh lebih baik dan dapat memenuhi harapan masyarakat,” pungkas Rahmattullah.[AYK]

