RELUNG.ID — Meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel), kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah tersebut belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Untuk mempercepat pemadaman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengintensifkan pemadaman melalui jalur udara dengan mengerahkan helikopter water bombing.
“Pemadaman udara diintensifkan untuk mengatasi Karhutla di Sumsel. Kemarin kami menggunakan enam helikopter di wilayah Cempaka, OKU Timur, dan Gelumbang, Muara Enim,” ujar Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Senin (14/10/2024).
162 Kali Water Bombing dalam Sehari Pada Minggu (13/10), enam helikopter yang dikerahkan melakukan 162 kali water bombing di dua wilayah tersebut.
– 98 kali water bombing dilakukan oleh dua helikopter di Gelumbang, Muara Enim.
– 64 kali water bombing oleh empat helikopter di Cempaka, OKU Timur.
Kendati sudah dilakukan pemadaman intensif, hingga Minggu sore, wilayah Cempaka dan Gelumbang masih mengeluarkan asap. “Kondisi di kedua wilayah tersebut belum sepenuhnya padam,” ujar Sudirman.
Sudirman menambahkan, pemadaman dengan helikopter water bombing masih akan dilanjutkan hingga kondisi benar-benar terkendali. Selain itu, patroli udara aktif dilakukan untuk memantau titik-titik api dan mengidentifikasi area baru yang terbakar.
“Pemantauan udara terus berlanjut untuk memastikan titik api terkendali. Kami berupaya semaksimal mungkin agar Karhutla segera ditangani dengan cepat,” katanya.
Meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah, intensitasnya belum cukup untuk memadamkan seluruh titik api. Asap yang terus muncul di area terdampak menunjukkan bahwa bara api masih membara di dalam lapisan gambut dan membutuhkan upaya pemadaman lebih lanjut.
BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika melihat adanya titik api. Kolaborasi berbagai pihak sangat penting agar Karhutla ini dapat segera ditangani dan tidak kembali meluas. [AYK]

