RELUNG.ID — Keluarga terduga pelaku pencabulan bernama Sumaryono angkat bicara terkait kematian SU (52) usai dikeroyok warga atas dugaan pencabulan. Pihak keluarga menganggap kejadian pengeroyokan berujung hilangnya nyawa SU sebagai musibah yang harus diterima dengan ikhlas.
“Kami sudah ikhlas. Ini adalah musibah dari Allah kepada keluarga kami,” ungkap Sumaryono, Minggu (8/12/2024).
Sumaryono mengaku, dari hasil rembuk keluarga mereka tak akan membawa kasus pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa ke jalur hukum. Dirinya mengaku terbantu dengan upaya polisi dalam mengurus jenazah korban sehingga kasus ini tak perlu diperpanjang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Sukarami, kami memutuskan tak akan membuat laporan polisi,” jelas dia
Menurut Sumaryono, SU merupakan anak tunggal yang telah lama ditinggal orang tuanya. Sehari-hari SU bekerja menjaga penginapan di kawasan Seberang Ulu (SU) II sehingga pihak keluarga jarang bertemu dengan dirinya.
“Sehari-hari tinggal di tempat kerja karena diberi fasilitas di sana,” jelas dia.
Sementara itu, Kapolsek Sukarami Alex Adrian mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi terkait kasus pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Pihaknya mengaku terbuka untuk pihak keluarga jika ingin melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut.
“Korban meninggal di rumah sakit karena mengalami luka cukup parah,” jelas dia.
Kasus ini bermula dari seorang anak di bawah umur berinisial BN (10) yang melapor ke orang tuanya mengenai kasus dugaan pencabulan. Karena tak terima orang tua korban pun akhirnya menemui terduga pelaku hingga terjadi kasus pengeroyokan.
“Awalnya ada seorang anak di bawah umur yang melapor ke orang tuanya bahwa terduga pelaku telah mencabuli korban. Akhirnya (terduga pelaku) diamuk massa hingga tewas,” jelas dia. [AYK]

