RELUNG.ID – Sebanyak 46 personel gabungan yang terdiri dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pagaralam, relawan dan tim medis TSC diterjunkan untuk melakukan evakuasi jenazah seorang pendaki yang tewas di Gunung Dempo.
Pendaki tersebut yakni Deko Apriansa (22) asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Kabid Kedaruratan BPBD Pagaralam, Anjas mengatakan, evakuasi ini dilakukan secara estafet mengingat kondisi jalur evakuasi dari Tugu Rimau ini cukup berat.
“Sistem estafet ini dilakukan agar kondisi fisik dan keselamatan tim tetap terjaga,” katanya.
Dia menambahkan, untuk personel yang diterjunkan yaitu 35 orang dari BPBD, 11 orang relawan dan tiga orang tim medis TSC.
“Tim gabungan ini membagi kelompok yang ditempatkan di beberapa pos pantau,” ujarnya.
Untuk diketahui, Deko Apriansa dikabarkan mendaki Gunung Dempo pada Selasa (31/12/2024) untuk menghabiskan malam tahun baru bersama satu rekannya. Namun setiba di Puncak Gunung Dempo korban mengalami sakit dan diduga juga terkena Hipotermia.
Melihat kondisi itu teman korban turun untuk meminta bantuan ke pos Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) untuk mengevakuasi korban yang saat itu masih dalam keadaan sakit dan Hipo.
Namun pada Jumat (3/1) dini hari tepatnya pukul 01.45 WIB pendaki tersebut dikabarkan meninggal dunia di puncak Gunung Dempo. (TFK)

