RELUNG.ID – Pendakian Gunung Dempo kembali menelan korban jiwa, Jumat (3/1). Deko Apriansah (22) seorang pendaki asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu ini harus tewas diduga akibat hipotermia di puncak Gunung Dempo, Pagaralam.
Kini, jenazah korban berhasil dievakuasi dengan menerjunkan 46 personel gabungan dan memakan waktu sekitar 10 jam.
Ketua Badan Registrasi Gunung Dempo (Brigade) Arindi AR mengatakan, kejadian ini berawal saat korban Deko bersama rekannya yang belum diketahui identitasnya tersebut melakukan registrasi untuk mendaki Gunung Dempo pada Selasa 31 Desember 2024.
“Dari catatan kami, mereka berdua datang pada Selasa 31 Desember dan setelah di registrasi kemudian mereka melanjutkan ke jalur pendakian,” katanya.
Pada saat registrasi posko Brigade di pintu rimba Kampung Empat Gunung Dempo, pihaknya melakukan pemeriksaan barang bawaan dan mendapati jika logistik berkemah korban bersama rekannya ini kurang memadai, sehingga pihaknya menyarankan untuk membeli logistik tambahan seperti beras dan sayuran.
“Tambahan logistik ini pun sudah mereka lakukan dan mereka pun melanjutkan pendakian,” terangnya.
Namun, berselang satu hari tepatnya Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, pihaknya menerima laporan dari pendaki asal Lubai Kabupaten Muara Enim bahwa mereka tengah berusaha menolong dua pendaki yang turun dari puncak Gunung Dempo.
Di mana, salah seorang diantaranya dalam keadaan yang mengkhawatirkan diduga sakit dan terkena Hipotermia di Areal Shelter II Jalur Pendakian.

