RELUNG.ID — Cuaca dingin ekstrem yang melanda sebagian wilayah Amerika Serikat dan Eropa telah meningkatkan permintaan bahan bakar, mendorong harga minyak mentah naik lebih dari 1 persen pada Kamis, 9 Januari 2025.
Berdasarkan laporan, harga minyak mentah Brent ditutup naik 76 sen (1 persen) menjadi 76,92 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 60 sen (0,82 persen) menjadi 73,92 dolar AS per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh tingginya kebutuhan bahan bakar pemanas di tengah cuaca ekstrem. Sejumlah wilayah di AS, termasuk Texas timur hingga Virginia barat, berada di bawah peringatan badai musim dingin, dengan Arkansas, Tennessee, dan Kentucky ikut terdampak.
Menurut analis JP Morgan, setiap penurunan suhu 1 derajat Fahrenheit di bawah rata-rata 10 tahun di AS, Eropa, dan Jepang dapat meningkatkan permintaan minyak pemanas dan propana sebesar 113.000 barel per hari. Kondisi musim dingin yang ekstrem ini juga berpotensi mengganggu pasokan minyak karena suhu beku dapat menghambat produksi.
Harga minyak solar berjangka sulfur ultra rendah, yang digunakan untuk bahan bakar pemanas, juga naik, mencapai 2,38 dolar AS per galon, tertinggi sejak Oktober 2024.
“Es akan tetap berada di utara deretan kilang di sepanjang Pantai Teluk AS. Namun, pemadaman listrik menjadi perhatian karena badai membawa hujan lebat dan angin,”tulis laporan TACenergy.
Kondisi ini menciptakan kekhawatiran tentang pengetatan pasokan di tengah meningkatnya permintaan. Struktur pasar minyak Brent menunjukkan adanya kekhawatiran pedagang terkait hal ini.
Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA, memperkirakan harga minyak mentah WTI akan berfluktuasi di rentang 67,55 hingga 77,95 dolar AS per barel hingga Februari. Ketidakpastian terkait kebijakan energi AS dan stimulus fiskal dari Tiongkok menjadi faktor yang memengaruhi proyeksi tersebut.
Kenaikan harga minyak ini juga mengindikasikan bahwa pasar global tetap sensitif terhadap perubahan cuaca dan dinamika geopolitik, terutama di tengah musim dingin ekstrem yang saat ini melanda.[TRA]

