RELUNG.ID – Aktivitas ekspor dari Sumatera Selatan (Sumsel) terus menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu komoditas unggulan, karet, menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga tren positif ekonomi di wilayah ini.
“Dari Pelabuhan Boom Baru, sekitar 70 persen aktivitas ekspor berasal dari pengiriman karet,” ungkap Direktur Komersial PT Pelindo Regional 2, Darmawi, pada Jumat (17/1/2025).
Menurut Darmawi, ekspor karet dari Sumsel memenuhi kapasitas pengiriman minimal 120 ribu TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) setiap bulannya. Hal ini menunjukkan aktivitas yang signifikan, meskipun dari total kapasitas kontainer sebesar 350 ribu TEUs di Pelabuhan Boom Baru Palembang, baru sekitar 40 persen yang optimal digunakan.
“Masih ada 60 persen kapasitas yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Namun, ekspor karet terus meningkat, khususnya setelah jalur tol dari Jambi ke Sumsel mulai lancar,” tambahnya.
Tingginya ekspor karet dari Sumsel juga dipengaruhi oleh kondisi pasar komoditas. Penurunan harga dan permintaan kelapa sawit mendorong karet menjadi primadona dalam perdagangan internasional.
“Karet sedang banyak diminati, sehingga permintaannya meningkat. Kondisi ini memberikan dampak positif bagi ekspor Sumsel,” jelas Darmawi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menunjukkan bahwa selain karet, komoditas batu bara dan pulp (bubur kertas) juga menjadi penyumbang utama ekspor daerah. Ketiga komoditas ini berhasil mencatatkan kenaikan ekspor hingga 27,7 persen secara year-on-year (yoy) untuk kategori non-migas pada 2024.
“Sumsel masih didominasi oleh ekspor bahan mentah. Meski demikian, ketiga komoditas unggulan ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan,” kata Darmawi.[AYK]

