RELUNG.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Elen Setiadi mengungkapkan, tingkat ketimpangan antara masyarakat kaya dan miskin di Sumsel terus membaik. Hal ini terlihat dari capaian Gini rasio Sumsel yang dinilai lebih baik dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.
Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Refleksi Pembangunan Ekonomi di Sumsel dan Strategi Akselerasi ke Depan” yang digelar di Griya Agung Palembang pada Sabtu (1/2/2025), Elen menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
“Gini rasio Sumsel menunjukkan bahwa kesenjangan antara kaya dan miskin di sini tidak terlalu tinggi. Ini menjadi indikator bahwa upaya pemerataan pembangunan di Sumsel sudah berjalan dengan baik,” ujar Elen.
Ia menjelaskan, meskipun tingkat kemiskinan Sumsel berada di bawah provinsi seperti Sumatera Utara dan Kepulauan Riau, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya alam (SDA) dan penguatan sektor pertanian serta infrastruktur.
Lebih lanjut, Elen menyebutkan bahwa sektor pertanian, khususnya kopi dan beras, menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Sumsel. Dengan Sumsel sebagai penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia dan produksi beras yang menempati peringkat kelima nasional, pemerintah terus berupaya meningkatkan pendapatan petani dan mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
“Potensi SDA Sumsel sangat lengkap, mulai dari sektor energi hingga pertanian. Dengan pemanfaatan yang tepat, kami percaya ini dapat semakin menekan angka kesenjangan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Elen juga memaparkan bahwa inflasi di Sumsel selama tahun 2024 berada pada tingkat yang terkendali. Inflasi tahunan Sumsel dari Desember 2024 terhadap Desember 2023 tercatat sebesar 1,20%, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,57%.
“Kinerja ekonomi yang stabil dan pemerataan hasil pembangunan menjadi kunci dalam menjaga kondisi sosial masyarakat tetap harmonis. Kami akan terus mendorong program-program yang fokus pada kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (EWJ)

