RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur guna mendukung kelancaran transportasi dan optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan pada tahun 2025 adalah pembangunan lima flyover untuk mendukung transportasi batu bara.
Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Elen Setiadi mengungkapkan, pembangunan flyover ini merupakan hasil diskusi intensif yang sebelumnya dilakukan Pemprov Sumsel dalam Focus Group Discussion (FGD) membahas transportasi batu bara.
“Kami telah merancang pembangunan lima flyover. Tiga flyover akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan satu lagi oleh PT Bukit Asam (PTBA),” ujar Elen dalam acara FGD bertajuk “Refleksi Pembangunan Ekonomi di Sumsel dan Strategi Akselerasi ke Depan” di Griya Agung Palembang, Sabtu (1/2/2025).
Flyover tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan transportasi batu bara yang selama ini menjadi salah satu isu penting di Sumsel.
Elen menjelaskan, infrastruktur ini tidak hanya akan mempermudah distribusi batu bara tetapi juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan transportasi di kawasan padat lalu lintas.
Selain flyover, Pemprov Sumsel juga merencanakan pembangunan pelabuhan baru sebagai bagian dari strategi memperkuat sistem logistik batu bara. Selama ini, pelabuhan Boom Baru yang merupakan peninggalan kolonial Belanda masih menjadi andalan utama.
“Pelabuhan baru ini akan mendukung pengangkutan batu bara secara lebih efisien dan berkelanjutan,” tambah Elen.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Pemprov Sumsel untuk mengoptimalkan SDA secara maksimal, sekaligus mempersiapkan daerah menghadapi tantangan di masa depan.
Pasalnya, meski cadangan batu bara Sumsel tergolong besar, Elen mengingatkan bahwa sumber daya alam ini bersifat tidak terbarukan.
“Jika tidak dikelola dengan baik, potensi ini akan habis. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan transportasi dan pengelolaan SDA dilakukan secara efisien,” tandasnya. (EWJ)

