RELUNG.ID – Keheningan di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (5/2/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB mendadak pecah. Teriakan minta tolong dari penghuni rumah, Siska Yuniasari (30), membangunkan warga yang tengah terlelap.
Saat itu, dia panik melihat pergumulan sang ibu, Aswa (59), melawan perampok yang menyatroni rumahnya.
Ceritanya malam itu, suasana rumah sederhana milik Aswa terasa hening. Siska yang bekerja sebagai bidan, sedang berada di kamarnya. Tiba-tiba, suara gaduh memecah keheningan ketika seorang pria tak dikenal menyusup ke rumah mereka.
Siska menjadi target pertama. Pria tersebut menyerbu kamarnya, mencoba merebut ponsel dan kalung emas yang dikenakan Siska. Namun, Siska mempertahankan diri. Di tengah kegelapan, emas yang ingin direbut pelaku jatuh ke tempat tidur, hingga membuat situasi semakin tegang.
Mendengar kegaduhan, Aswa tanpa pikir panjang menuju kamar anaknya. Ketika melihat situasi berbahaya itu, naluri seorang ibu mengambil alih. Tanpa memedulikan ancaman dari pelaku, ia berusaha melindungi anaknya.
Namun, keberanian Aswa harus dibayar mahal. Pelaku yang panik tak segan-segan menyerangnya. Dengan brutal, pelaku membacok bagian bawah ketiak kiri Aswa sebelum melarikan diri melalui pintu garasi. Darah mengalir deras, tetapi Aswa masih sempat memastikan bahwa anaknya selamat sebelum dirinya tumbang.
Setelah kejadian, Aswa segera dilarikan ke RSUD Empat Lawang. Luka di tubuhnya memerlukan 12 jahitan. Meski kondisi fisiknya membaik, trauma atas peristiwa tersebut masih membekas.
Berbekal rekaman CCTV yang menunjukkan sosok pelaku kabur dari rumah, polisi kini melakukan pemburuan. Kapolsek Ulu Musi, Iptu Hariyono, menyebut pihaknya sedang berupaya keras untuk menangkap pelaku.
“Ini menjadi prioritas kami. Keberanian korban patut diapresiasi, tetapi kami mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam situasi seperti ini,” jelasnya. (SLM)

