RELUNG.ID – Ogan Komering Ilir (OKI) mencatatkan prestasi gemilang sebagai wilayah dengan kontribusi investasi terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 2024. Dari total realisasi investasi sebesar Rp 70,92 triliun, OKI menyumbang Rp 27,09 triliun atau hampir 40% dari total tersebut.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, mayoritas investasi di OKI berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp 24,99 triliun. Angka ini setara dengan 72,98% dari total realisasi PMA Sumsel yang sebesar Rp 34,25 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di OKI tercatat sebesar Rp 2,09 triliun.
“Kontribusi investasi terbesar tahun 2024 berasal dari OKI, disusul Muara Enim dan Palembang, baik untuk PMA maupun PMDN,” ujar Penata Kelola Penanaman Muda Ahli Madya DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto, Rabu (12/2/2025).
Selain OKI, wilayah lain yang mencatatkan angka PMA tinggi adalah Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Rp 3,16 triliun (9,24%), Muara Enim Rp 1,5 triliun (4,39%), Banyuasin Rp 1,49 triliun (4,35%), dan Palembang Rp 797 miliar (2,33%).
Di sisi PMDN, Palembang tampil sebagai magnet utama investasi domestik dengan capaian Rp 7,95 triliun (21,68%). Selanjutnya, Muara Enim meraih Rp 7,6 triliun (20,74%), Banyuasin Rp 5,67 triliun (15,46%), Lahat Rp 3,62 triliun (9,87%), dan Musi Banyuasin Rp 2,97 triliun (8,11%).
Secara keseluruhan, realisasi investasi Sumsel tahun 2024 mencapai Rp 70,92 triliun, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp 41,5 triliun. Capaian ini menunjukkan realisasi investasi mencapai 170,89% dari target RPJMD. Tak hanya itu, capaian ini juga melampaui target Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 64,82 triliun, atau setara 109,41%.
“Realisasi investasi Sumsel sepanjang 2024 berhasil melampaui target RPJMD maupun BKPM, dengan total investasi mencapai Rp 70,92 triliun,” ungkap Eko.
Dari angka tersebut, porsi PMDN mendominasi dengan nilai Rp 36,67 triliun atau 51,71% dari total investasi. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 42,37% secara tahunan (year-on-year).
Untuk PMA, Singapura menjadi negara penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 26,98 triliun. Disusul Tiongkok dengan Rp 4,12 triliun, Malaysia Rp 1,28 triliun, Jepang Rp 407 miliar, dan Luksemburg Rp 330 miliar.
Kinerja impresif ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Sumsel ke depan, sekaligus membuktikan daya tarik wilayah ini bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.[THQ]

