RELUNG.ID – Dinas Pertanian-Tanaman Pangan Holtikultura (TPH) Sumsel memprediksi potensi produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 784.206 ton atau setara dengan 450.370 ton beras.
Potensi produksi ini pada Bulan Februari hingga Maret 2025. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian-TPH Sumsel, Bambang Pramono, Selasa kemarin (11/2).
“Produksi beras ini juga didukung oleh 274 perusahaan penggilingan padi di Sumsel,” katanya.
Harganya sendiri, dia mengaku pihaknya telah melakukan survei, dan hasilnya harga gabah ditingkat petani pada Januari-Februari 2025 berkisar Rp5.100 per kilogram hingga Rp6.500 per kilogram.
“Untuk penyerapan beras Bulog wilayah Sumsel bulan Januari hingga April ditargetkan sebanyak 161 ribu ton,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi menambahkan harga Rp6.500 per kilogram untuk penyerapan gabah ditingkat para petani ini sudah sesuai dengan intruksi Presiden dan Menteri Pertanian.
Namun, yang perlu diantisipasi yaitu dalam penyerapan gabah di tingkat petani. Karena, penyerapan harus sesuai dengan potensi produksi padi.
“Untuk musim panen ini kami targetkan penyerapan harus sesuai dengan potensi produksi. Karena itu, kami dukung Bulog untuk menyerap dari potensi produksi yang dihasilkan,” terangnya.
Berkaca dari tahun 2024, Sumsel sendiri masuk dalam lima besar potensi produksi padi GKG tertinggi pada Januari hingga Maret 2024.
Dimana produksi beras ini terus meningkat dari tahun 2021 hingga tahun 2024 dan selanjutnya Pada tahun 2024 surplus beras mencapai 828,03 ribu ton tertinggi sepanjang 4 tahun terakhir.
“Kita semua disini berupaya bersama menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Presiden dan para menteri, terkait kendala-kendala yang dihadapi kita selesaikan secara bersama, yang terpenting kita mendukung penuh program ini,” pungkasnya. (DSK)

