RELUNG.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini menjadi sorotan karena terancam mangkrak akibat sulitnya mendapatkan anggaran dana.
Terlebih lagi, saat ini terjadi pemangkasan anggaran sebesar Rp1,15 triliun dari pagu anggaran senilai Rp6,395 triliun.
Kabar tersebut mencuat usai unggahan Tyo_Wibowo di platform X @akuntwiter968.
Dalam unggahan tersebut, dia menuliskan IKN di tumbuhi semak belukar dan terancam mangkrak ini telah diingatkan oleh Anies Baswedan.
Bahwa bangun kota di tengah hutan bukan tujuan pemerataan, justru akan menimbulkan ketimpangan dengan kota-kota lain di sekitarnya.
“Orang cerdas kalo nganalisa emang penuh perhitungan, gak ngasal,” tulisnya.
Tyo_Wibowo juga menyertakan video mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berbicara soal IKN.
Anies Baswedan mengatakan pembangunan IKN dengan tujuan pemerataan justru tidak akan menghasilkan pemerataan yang baru di Indonesia.
“Ketika membangun kota baru adalah dengan alasan pemerataan, maka itu tidak akan menghasilkan pemerataan yang baru. Mengapa? Karena itu akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada di sekitarnya,” kata Anies dalam cuplikan videonya.
Menurut Anies, jika ingin memeratakan Indonesia, maka bangun kota kecil menjadi menengah, kota menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia.
“Jadi bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan, karena membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru,” ucap Anies Baswedan.
Anies juga menambahkan, bahwa pembangunan IKN akan bermasalah dan harus dikaji secara mendalam. Sehingga, antara tujuan dengan langkah yang dikerjakan akan menyambut.
“Kami melihat di sini problem. Karena itu, ini harus dikaji secara serius karena tujuan kita Indonesia yang setara, Indonesia yang merata, argumennya sama tapi menurut kami langkahnya bukan dengan membangun satu kota, tapi justru dengan membesarkan semua kota yang ada di seluruh Indonesia,” tutup video tersebut. (LWM)

