RELUNG.ID- Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali menguat seiring beredarnya spekulasi pergeseran sejumlah pejabat strategis di lingkungan pemerintahan.
Jika terealisasi, perombakan tersebut berpotensi menjadi reshuffle jilid kelima sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik pada Oktober 2024 lalu.
Salah satu nama yang mencuat dalam bursa calon menteri adalah Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono. Politikus Partai Gerindra yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu disebut-sebut bakal masuk ke jajaran eksekutif.
Dalam isu yang beredar, Budisatrio Djiwandono dikabarkan berpeluang menempati posisi Menteri Luar Negeri. Ia disebut akan menggantikan Sugiono, yang diisukan bergeser ke jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Sinyal awal terkait kemungkinan masuknya Budisatrio ke kabinet mencuat dari pernyataan Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto. Dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/1/2026), Utut menyampaikan pernyataan yang dinilai menyiratkan peluang tersebut.
“Mungkin orang yang duduk di sebelah kanan saya ini, dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif,” ujar Utut di hadapan peserta rapat.
Menanggapi isu tersebut, Budisatrio Djiwandono memilih bersikap hati-hati. Ia mengaku belum mengetahui alasan namanya dikaitkan dengan perombakan kabinet dan menegaskan fokusnya saat ini masih pada tugas di parlemen.
“Saya juga tidak mengerti kenapa bisa muncul kabar seperti itu. Saat ini saya masih menjalankan tugas di Komisi I DPR RI,” ujarnya.
Budisatrio Djiwandono, yang akrab disapa Budi, lahir di Jakarta pada 25 September 1981. Ia merupakan putra dari Joseph Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia pada era Orde Baru, dan Biantiningsih Djojohadikusumo, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga merupakan kakak dari Thomas Djiwandono, yang baru-baru ini ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Dari sisi pendidikan, Budisatrio menempuh pendidikan menengah di Berkshire School, Massachusetts, Amerika Serikat, sebelum meraih gelar sarjana di bidang pemerintahan dan hubungan internasional dari Clark University pada 2004.
Karier politiknya dimulai melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) DPR RI pada 2017. Sejak itu, kiprahnya di parlemen terus berlanjut dengan perolehan suara yang meningkat signifikan, hingga mencapai 131.569 suara pada Pemilu 2024.
Sebelum terjun ke dunia politik, Budisatrio memiliki pengalaman di sektor bisnis, khususnya di bidang energi dan industri kertas, dengan menduduki sejumlah posisi strategis di perusahaan nasional.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana Negara terkait kebenaran isu reshuffle kabinet tersebut. Namun, menguatnya spekulasi ini menandakan dinamika politik di internal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih terus bergerak.[YKP]

