RELUNG.ID —Produsen mobil sport mewah, Porsche, mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.900 karyawannya dalam beberapa tahun ke depan. Pemangkasan ini akan dilakukan di Jerman, khususnya di kantor pusat dan pusat penelitian perusahaan.
Porsche menghadapi tantangan besar, termasuk perlambatan pengembangan mobil listrik serta ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi global.
“Kami memiliki banyak tantangan yang harus diatasi. Pengembangan mobil listrik yang terhambat serta kondisi ekonomi dan geopolitik yang sulit membuat kami harus melakukan langkah ini,” ujar Kepala Sumber Daya Manusia Porsche, Andreas Haffner.
Saat ini, Porsche mempekerjakan sekitar 42.000 orang di seluruh dunia. Namun, tahun lalu perusahaan sudah mulai melakukan pemangkasan staf di Jerman sebagai langkah efisiensi.
Sebagai salah satu anak perusahaan Volkswagen yang paling menguntungkan, Porsche selama ini menjadi ikon mobil sport kelas atas. Namun, performa bisnisnya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, Porsche mencatat penurunan pengiriman sebesar tiga persen secara global. Penurunan terbesar terjadi di pasar China, dengan anjlok hingga 28 persen.
Tak hanya Porsche, perusahaan induknya, Volkswagen, juga tengah menghadapi tantangan besar. Pada Desember 2024, Volkswagen mengumumkan rencana pemangkasan 35.000 pekerja di divisi merek inti VW dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa industri otomotif global sedang berada dalam fase transisi besar, terutama dengan meningkatnya persaingan di sektor kendaraan listrik dan tekanan ekonomi yang semakin ketat.[THQ]

