RELUNG.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menghadirkan inovasi baru dengan menyulap lahan kosong di Pasar Gubah menjadi ruang live selling. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pedagang pasar tradisional memanfaatkan digitalisasi melalui platform live streaming, seperti TikTok Live Shop.
Pj Wali Kota Palembang, Cheka Virgowansyah, mengatakan langkah ini diambil agar pedagang tidak hanya bergantung pada transaksi offline, tetapi juga bisa memperluas jangkauan pasar mereka secara digital.
“Kami ingin pasar tradisional terus mengikuti perkembangan zaman. Salah satu strateginya adalah menghadirkan konsep pasar digital di lingkungan pasar tradisional,”ujar Cheka usai meresmikan pasar digital di Pasar Gubah, Jumat (14/2/2025).
Menurutnya, fenomena live streaming sudah banyak dimanfaatkan oleh para penjual di berbagai tempat, bahkan dari rumah masing-masing. Oleh karena itu, Pemkot Palembang mencoba menghadirkan konsep serupa di pasar tradisional, tetapi dengan dukungan fasilitas logistik dan pembayaran digital.
“Keunggulan berjualan di sini adalah logistik yang lebih cepat. Jika pembeli check out saat live, barang bisa langsung dikemas dan dikirim dalam waktu yang sama, tidak perlu menunggu berhari-hari seperti di e-commerce lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala PD Pasar Gubah, Dedi Siswoyo, mengatakan program ini akan dievaluasi dalam tiga bulan ke depan untuk melihat respons masyarakat. Saat ini, pedagang yang melakukan live streaming belum dikenakan biaya.
“Kami akan melihat perkembangannya selama tiga bulan. Apakah animo masyarakat tinggi atau tidak. Untuk sekarang, pedagang masih bisa live streaming tanpa dikenakan biaya,” ungkap Dedi.
Terkait retribusi, Dedi menyebut aturan resminya masih dalam tahap pembahasan. Untuk sementara, pihaknya masih mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 38 Tahun 2016.
Dengan hadirnya konsep pasar digital ini, diharapkan pasar tradisional di Palembang dapat bersaing di era digital dan memberikan kemudahan bagi pedagang serta pembeli dalam bertransaksi.[THQ]

