Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Meta Bangun Kabel Internet Bawah Laut Terpanjang di Dunia
Techno

Meta Bangun Kabel Internet Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda21/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Meta, Foto : Istock
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Meta mengumumkan rencana ambisius untuk membangun lebih dari 50.000 kilometer kabel internet bawah laut yang menghubungkan lima benua. Proyek yang dijuluki “Project Waterworth” ini diklaim sebagai proyek kabel laut terpanjang di dunia.

“Proyek Waterworth akan menghadirkan konektivitas terbaik di industri ini ke Amerika Serikat, India, Brasil, Afrika Selatan, dan berbagai wilayah strategis lainnya,” ungkap Gaya Nagarajan, Wakil Presiden Rekayasa Jaringan Meta, melalui web Engineering Meta pada Jumat (14/2).

Investasi miliaran dolar ini bertujuan memperkuat jaringan digital global dengan membuka tiga koridor samudra baru yang menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi, mendukung inovasi kecerdasan buatan (AI) secara luas.

Pengumuman proyek ini juga mendapat perhatian dalam Joint Leaders’ Statement Amerika Serikat-India yang diterbitkan oleh Gedung Putih. Dalam pernyataan tersebut, Meta dikabarkan akan memulai pemasangan kabel tahun ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan infrastruktur digital di wilayah Samudra Hindia.

“Para pemimpin menyambut baik investasi multi-miliar dolar Meta dalam proyek kabel bawah laut yang akan memperkuat konektivitas digital di kawasan Samudra Hindia dan sekitarnya,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari TechCrunch.

Meta melihat India sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan infrastruktur digital tercepat di dunia. Melalui Project Waterworth, perusahaan ini berharap dapat mempercepat transformasi digital di India serta mendukung rencana negara tersebut menuju ekonomi digital yang lebih kuat.

Proyek ini akan menjadi kabel bawah laut terpanjang yang pernah ada, dengan 24 pasang serat optik yang membentang sejauh 50.000 kilometer—lebih panjang dibandingkan keliling Bumi yang sekitar 40.030 kilometer. Dengan panjang tersebut, Project Waterworth melampaui proyek kabel bawah laut 2Africa, yang sebelumnya memegang rekor dengan panjang 45.000 kilometer.

“Meta menunjukkan komitmen besar dalam meningkatkan konektivitas global,” ujar Paolo Pescatore, analis industri telekomunikasi dan teknologi.

Profesor Vili Lehdonvirta dari Oxford Internet Institute menambahkan bahwa proyek ini memperkuat posisi Meta dalam mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan platform digital guna memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.

Proyek ini muncul di tengah upaya NATO dalam mengembangkan Hybrid Space/Submarine Architecture Ensuring of Telecommunications (HEIST), sebuah konsorsium senilai 2,5 juta dolar yang bertujuan membuat jaringan internet lebih tahan gangguan dengan mengalihkan informasi ke satelit jika kabel bawah laut mengalami kerusakan. Beberapa elemen dari proyek HEIST akan mulai diuji pada tahun ini.

Untuk memastikan ketahanan kabel bawah laut, Meta akan menempatkan kabel hingga kedalaman 7.000 meter dan menggunakan teknik khusus agar tidak mudah rusak akibat jangkar kapal atau gangguan lainnya.

Dengan proyek berskala besar ini, Meta semakin menegaskan perannya sebagai pemimpin dalam pengembangan infrastruktur digital global, sekaligus membuka babak baru dalam revolusi konektivitas dunia.[THQ]

 

 

Internet Meta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePSSI Bangun Stadion Mini di IKN, Erick Thohir Beberkan Rencana Tahap Kedua
Next Article Tips Olahraga Ringan Buat Ibu Hamil Muda
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20263 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,970 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,841 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,814 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?