RELUNG.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember menegaskan bahwa viralnya video syur yang menyeret nama Salsabila Rahma atau Bu Salsa tidak seharusnya menjadi alasan untuk mencabut haknya sebagai tenaga pendidik.
Sebagai organisasi yang memperjuangkan hak-hak guru, PGRI Jember siap membela Bu Salsa yang telah dinyatakan lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jember.
Humas Pengurus Besar (PB) PGRI Jember, Ilham Wahyudi, menilai bahwa tersebarnya video syur tersebut bukan kesalahan Bu Salsa, melainkan akibat dari tindakan pihak lain di media sosial.
Ia menegaskan guru perempuan itu merupakan korban yang tidak memiliki kendali atas penyebaran video tersebut.
“Intinya, video tersebut bukan disebarkan oleh Bu Salsa sendiri, apalagi diperjualbelikan. Dia hanya korban dari kejahatan digital,” ujar Ilham, Minggu (9/3/2025).
PGRI Jember menyayangkan keputusan Bu Salsa yang memilih mengundurkan diri sebagai guru setelah video tersebut viral. Padahal, ia dinyatakan lolos seleksi administrasi PPPK berdasarkan Pengumuman Nomor: 800.1.2.2/664/35.09.414/2025 yang ditandatangani Plt Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
“Sangat disayangkan jika Bu Salsa mundur. Terlebih, dia lolos PPPK yang notabene merupakan idaman setiap honorer,” tambah Ilham.
Ilham menilai bahwa meskipun telah viral, hal itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk mencabut hak Bu Salsa sebagai seorang tenaga pendidik.
Ia juga menekankan mantan guru tersebut telah menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi bahwa dirinya merupakan korban dari pacar onlinenya yang menyebarkan video tersebut.
“Dia masih layak menjadi guru. Lagi pula, dia sudah minta maaf dan menjelaskan bahwa dia hanya korban penipuan,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang membela hak-hak guru, PGRI Jember memastikan akan mendukung penuh Bu Salsa agar tetap mendapatkan haknya sebagai tenaga pendidik.
Pihaknya juga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua guru dalam menjaga privasi dan keamanan digital di era media sosial yang semakin berkembang pesat.
Diketahui, pengumuman kelulusan Bu Salsa dalam seleksi PPPK dirilis sekitar satu pekan setelah ia mengundurkan diri sebagai guru pada 7 Februari 2025.
Namun, sebelum mengetahui dirinya lolos, ia sudah terlanjur mengambil keputusan mundur karena khawatir akan dampak sosial dari viralnya video tersebut. (KPB)

