RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengklaim angka kemiskinan di wilayahnya mengalami penurunan setelah program Rantang Palembang berjalan sukses dalam dua bulan terakhir. Program ini merupakan inisiatif Pemkot bersama pihak hotel untuk mendistribusikan makanan berlebih dari sarapan pagi hotel kepada masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Daerah Palembang, Aprizal Hasyim, menyatakan bahwa keberhasilan program ini diakui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang memasukkan Palembang dalam daftar lima daerah terbaik di Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan.
“Dari seluruh Indonesia, hanya lima provinsi dan kabupaten/kota yang terpilih, dan salah satunya adalah Kota Palembang,” ungkap Aprizal, Rabu (19/3/2025).
Sejauh ini, 3.635 warga berpenghasilan rendah telah menerima manfaat dari program rantang, yang tersebar di beberapa kecamatan di Palembang. Namun, saat ini baru sembilan hotel yang berpartisipasi, sehingga Pemkot berharap lebih banyak hotel bergabung untuk memperluas jangkauan program.
Selain program rantang, Pemkot juga mengandalkan program Ado Gawe, yang bertujuan menekan angka pengangguran dengan memanfaatkan platform media sosial TikTok. Program ini berhasil menyalurkan 323 tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
“Program Ado Gawe telah membantu ratusan orang mendapatkan pekerjaan melalui siaran langsung di TikTok,” jelas Aprizal.
Sebagai informasi, program Rantang Palembang dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) Palembang, sedangkan Ado Gawe merupakan inisiatif Dinas Ketenagakerjaan. Dengan berbagai inovasi ini, Pemkot Palembang optimistis dapat terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warganya.[THQ]

