Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Aktivis Laporkan Menteri Kabinet Merah Putih ke Presiden Prabowo, Terkait Dugaan Intervensi Kasus OTT KPK di OKU
Hukum

Aktivis Laporkan Menteri Kabinet Merah Putih ke Presiden Prabowo, Terkait Dugaan Intervensi Kasus OTT KPK di OKU

RiyadiBy Riyadi24/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Press release yang digelar KPK terkait OTT di Kabupaten OKU. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Aktivis Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Novri Helmi, melaporkan salah satu menteri di Kabinet Merah Putih kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan intervensi dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Kepala Dinas PUPR dan tiga anggota DPRD OKU.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Nopriansyah (NOP), sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di dinas tersebut. Ia ditangkap dalam OTT yang berlangsung pada Sabtu (15/3/2025).

Baca juga :   Diduga Prasasti Kuno Ditemukan di OKU, Ungkap Jejak Tradisi Ritual Pasca-Sriwijaya

Selain Nopriansyah, tiga anggota DPRD OKU juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ferlan Juliansyah (FJ) Anggota Komisi III DPRD OKU, M Fahrudin (MFR) Ketua Komisi III DPRD OKU dan Umi Hartati (UH) Ketua Komisi II DPRD OKU.

Dua orang tersangka lainnya berasal dari kalangan swasta, yaitu MFZ (M Fauzi alias Pablo) dan ASS (Ahmad Sugeng Santoso).

Dalam pernyataannya, Novri Helmi mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan seorang menteri di Kabinet Merah Putih kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/3/2025).

Baca juga :   GJL Pati Gelar Aksi Simbolik Lepas 7 Kambing dan Ayam Usai OTT Sudewo

“Hari ini kami telah melaporkan salah satu menteri di kabinet Merah Putih kepada Presiden Prabowo Subianto, terkait dugaan cawe-cawe dan upaya melemahkan gerakan para aktivis Front Perlawanan Rakyat (FPR),”ujar Novri.

Menurutnya, kasus ini tidak hanya melibatkan segelintir orang, tetapi juga menyangkut pemangku kepentingan di tingkat DPRD, Pemerintah Daerah, hingga Pemerintah Pusat.

“Sesaat sebelum pemeriksaan Bupati OKU oleh tim KPK di Mapolres OKU (22/3), banyak pihak yang menghubungi saya untuk meredam pergerakan Front Perlawanan Rakyat (FPR). Salah satunya adalah seorang aktivis Sumbagsel yang mengklaim diutus oleh salah satu menteri kabinet Presiden Prabowo untuk meminta penundaan aksi demonstrasi yang bisa memicu reaksi dari KPK,” bebernya.

Baca juga :   KPK OTT di Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq Diamankan

Novri meminta agar Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi menteri yang diduga terlibat dalam intervensi kasus ini. Ia menegaskan bahwa KPK harus diberi kebebasan penuh dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan **aturan dan Undang-Undang.

“Kami meminta Pak Prabowo untuk mengevaluasi salah satu menteri yang kami laporkan agar tidak ikut campur dalam pengembangan kasus OTT KPK di OKU,” tegas Novri.

Novri juga menyatakan dukungan penuh terhadap KPK, serta mengingatkan pihak-pihak yang berupaya mengintervensi gerakan aktivis anti-korupsi melalui kekuatan tangan tak terlihat (Invisible Hand).

Baca juga :   KPK Buka Peluang Panggil Atalia Praratya Usai Periksa Ridwan Kamil

“Kawan-kawan saya dari Front Perlawanan Rakyat (FPR) sedang berjuang untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance and Clean Government). Saya mengajak seluruh aktivis mahasiswa se-Sumatera Selatan untuk turut mengawal pengembangan kasus OTT KPK di OKU,”tutupnya.[MZN]

Kabinet Mrah Putih KPK OKU OTT Presiden Prabowo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSultan Palembang Bakal Kutuk Willie Salim, Haramkan Tanah Kota Pempek untuk Diinjak Sepanjang Hidupnya
Next Article Harga Gabah di Sumsel Masih di Bawah HPP, DPRD Sindir Kinerja Bulog
Riyadi

Related Posts

Hukum

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

09/10/20268 Views
Hukum

Penampakan Indra Kenz Kembali Masuk Lapas Tangerang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

09/10/20267 Views
Hukum

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Dipindahkan ke Lapas Tangerang

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,992 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,863 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,835 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?