RELUNG.ID- Komisi III DPRD Sumatera Selatan mendorong optimalisasi pengelolaan pajak daerah guna meningkatkan penerimaan pajak pada 2025.
Sebagai mitra Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Komisi III menilai langkah ini penting untuk mencapai target penerimaan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Tamtama Tanjung, optimistis penerimaan pajak bisa meningkat dengan memaksimalkan beberapa sumber pendapatan utama.
“Saat ini, ada beberapa potensi penerimaan yang bisa dioptimalkan, seperti pajak kendaraan bermotor, biaya balik nama, serta pajak kendaraan alat berat yang baru diberlakukan,” ujar Tamtama, Selasa (25/3/2025).
Selain itu, menurut politisi Partai Demokrat ini, pajak air permukaan non-mineral juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah. Untuk 2025, Sumsel menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp1,2 triliun, lebih tinggi dari tahun 2024.
Namun, Tamtama mengingatkan bahwa pencapaian target ini memerlukan pengelolaan pajak yang lebih tertib oleh Bapenda.
Salah satu langkah konkret yang harus dilakukan adalah penertiban kendaraan berpelat B yang beroperasi di Sumsel.
“Kendaraan-kendaraan ini harus segera diopsen ke pemerintah daerah agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah,” katanya.
Dengan sistem bagi hasil 65-35, pemerintah daerah memiliki dorongan lebih kuat untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, Tamtama juga menyoroti peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah.
“Saat ini, ada 12 BUMD yang bermitra dengan Komisi III DPRD Sumsel, termasuk Bank Sumsel Babel (BSB), SMS, TSM, Jakabaring Sport City (JSC), dan Sumsel Energy,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, belum ada rencana penyertaan modal bagi BUMD. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan bahwa penyertaan modal hanya akan diberikan kepada BUMD yang terbukti menguntungkan.
“Permintaan penyertaan modal pasti ada, tetapi tidak ada gunanya memberikan dana jika perusahaan tersebut merugi. Indikator keberhasilan sebuah BUMD adalah dividen serta kontribusinya terhadap pendapatan daerah,” tegas Tamtama.[DSK]

