RELUNG.ID – Kondisi lapar bukan semata-mata sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyucikan hati.
Hal ini terungkap dalam kultum Ramadan oleh Ustadzah Dra Hj Choiriyah, MHum dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Kultum Ramadan ini menyajikan perspektif spiritual dan kesehatan terkait kondisi lapar, yang kerap dipandang negatif, namun ternyata menyimpan berbagai faedah bagi kehidupan rohani dan jasmani.
Mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang mengimbau umatnya untuk “menyedikitkan makan, tertawa, dan kenyang,” sebagai upaya menghidupkan hati.
“Dengan berlapar secara disengaja, seseorang akan lebih mampu mengontrol ucapan dan perilaku, sehingga dapat membangun karakter dan sifat-sifat terpuji seperti ketenangan, kepekaan, dan kedisiplinan,” kata Ustadzah Choiriyah, Jumat kemarin (29/3)
Ustadzah Choiriyah juga menjelaskan bahwa kondisi lapar dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas ibadah.
“Hati yang bersih dan lembut akan membuat seseorang dapat merasakan manisnya beribadah kepada Allah,” ujar beliau.
Dalam konteks ini, berlapar dianggap sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kedekatan spiritual, sehingga ibadah seperti shalat dan dzikir menjadi lebih bermakna dan dirasakan secara mendalam oleh jiwa.
Tidak hanya berdampak pada ranah spiritual, ceramah ini juga menyoroti manfaat lapar dalam meningkatkan rasa empati kepada sesama.
Dengan merasakan lapar secara langsung, seseorang diharapkan dapat lebih memahami penderitaan mereka yang kurang beruntung, sehingga mendorong sikap peduli dan gotong royong di masyarakat.
“Dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kondisi lapar dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan, serta meningkatkan sensitivitas insulin yang berpotensi mengurangi risiko diabetes tipe 2,” katanya.
Ustadzah Choiriyah menekankan bahwa dengan berlapar secara sadar, seseorang tidak hanya menyiapkan diri untuk menghadapi kehidupan akhirat, tetapi juga membangun mental dan spiritual yang tangguh di dunia.
“Kita harus belajar dari setiap kondisi yang ada, termasuk lapar, agar bisa mendapatkan kebersihan hati dan memperbaiki kualitas hidup,” pungkasnya. (LWM)

