RELUNG.ID – Program Kultum “Relung Media” kembali menghadirkan siraman rohani Ramadan. Kali ini, ceramah bertajuk Sejarah Peradaban Islam disampaikan oleh Ustadz Muhammad Setiawan MH, akademisi dari UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Setiawan mengajak jamaah menelusuri perjalanan panjang peradaban Islam sejak masa kenabian hingga penyebarannya ke Nusantara, termasuk ke Palembang Darussalam.
Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan periodesasi sejarah peradaban Islam. Periode pertama adalah masa kenabian sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Isa AS. Rentang panjang itu menjadi fase pembinaan tauhid sebelum hadirnya risalah terakhir.
Memasuki 14 abad lalu, hadir masa terbaik yang disebut masa nubuwwah, yakni ketika Nabi Muhammad SAW diutus. Masa ini berlangsung sekitar 23 tahun sejak turunnya wahyu hingga wafatnya Rasulullah SAW. Pada fase inilah Islam berdiri secara sempurna, baik dari sisi syariat maupun tata kelola masyarakat.
“Ini tonggak awal peradaban Islam yang utuh. Islam hadir menyempurnakan ajaran para nabi sebelumnya,” jelasnya.
Setelah itu, sejarah mencatat masa Khulafaur Rasyidin, dipimpin empat sahabat utama: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Periode ini dikenal sebagai masa kepemimpinan ideal yang menegakkan keadilan dan memperluas wilayah Islam.
Perjalanan berlanjut pada era kekhalifahan besar: Dinasti Umayyah, Abbasiyah, hingga Utsmaniyah. Tiga dinasti ini menjadi pilar peradaban Islam yang membentang dari Timur Tengah hingga Eropa.
Ustadz Muhammad Setiawan juga menyinggung hubungan dunia Islam dengan Nusantara. Pada masa Turki Utsmani, berdiri Kesultanan Demak di Jawa yang dipimpin Raden Fatah. Sinergi dengan Kekhalifahan Utsmaniyah menjadi bagian dari jejaring peradaban Islam global kala itu.
Di Sumatera, Kesultanan Palembang Darussalam juga pernah berdiri sebagai entitas Islam yang berdaulat sebelum akhirnya dimakzulkan oleh kolonial Belanda. Sementara Kekhalifahan Utsmaniyah sendiri berakhir pada 1924 Masehi.
Menurutnya, rangkaian sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa tanah air ini pernah berada dalam arus besar peradaban Islam.
“Tanah yang kita pijak ini pernah menjadi bagian dari masa terbaik yang disebut Nabi. Maka bentuk syukur kita adalah menapaktilasi jejak para pendahulu,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa mengenal sejarah bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan upaya membangun kesadaran identitas dan tanggung jawab generasi hari ini.
“Kita hidup di tanah yang punya jejak peradaban. Tugas kita menjaga nilai, memperkuat akhlak, dan melanjutkan kebaikan itu,” pungkasnya.
Saksikan ceramah lengkap Ustadz Muhammad Setiawan MH dalam program Kultum dari Relung melalui kanal resmi Relung Media Group:
YouTube: https://youtu.be/f9hhVeXdwNY
Instagram: https://www.instagram.com/reels/DVIvdrCiBOp/
TikTok: https://www.tiktok.com/@relung.id/video/7610324630036958484
Facebook: https://facebook.com/reel/954427760578902/
Program Kultum dari Relung hadir setiap hari menjelang berbuka puasa selama Ramadan 1447 H/2026 M, menghadirkan ulama, akademisi, dan tokoh agama untuk menemani perjalanan spiritual masyarakat Sumatera Selatan. (KPB)

