RELUNG.ID – Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas 1 Palembang, atau yang lebih dikenal dengan Rutan Pakjo, mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Ribuan keluarga warga binaan memadati area rutan sejak pagi hari. Antrean panjang di loket pendaftaran hingga pintu masuk pun tak terelakkan.
Kepala Rutan Kelas 1 Palembang, David Rosehan, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung tahun ini mencapai rekor tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami memperkirakan lebih dari seribu orang per hari datang untuk menjenguk keluarganya yang sedang menjalani masa tahanan. Ini merupakan jumlah kunjungan tertinggi yang pernah kami catat saat Lebaran,” jelasnya.
Untuk mengatasi lonjakan ini, pihak Rutan Pakjo memberlakukan sistem pendaftaran bagi pengunjung guna mengatur alur masuk ke dalam area kunjungan. Namun, tingginya animo masyarakat membuat antrean tetap mengular sejak pagi hingga siang hari.
Beberapa pengunjung mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum akhirnya bisa bertemu dengan anggota keluarga mereka. Salah satu pengunjung, Mutia (35), yang datang dari Talang Putri, Banyuasin, mengatakan bahwa ia harus antre selama hampir dua jam sebelum diperbolehkan masuk.
“Setiap tahun, saya memang datang ke sini saat Lebaran untuk membesuk suami. Tahun ini, antreannya lebih panjang dari biasanya. Semoga ini terakhir kali saya harus antre seperti ini, karena suami saya akan bebas setelah mendapatkan remisi tiga bulan,” ujarnya.
Selain antrean di loket pendaftaran, kepadatan juga terjadi di area pemeriksaan barang bawaan. Petugas rutan melakukan pemeriksaan ketat terhadap makanan dan barang yang dibawa pengunjung untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam rutan. Pemeriksaan dilakukan secara manual maupun dengan mesin X-ray, sehingga menambah waktu tunggu bagi pengunjung.
David Rosehan menambahkan bahwa pihak rutan telah membuka beberapa loket pendaftaran tambahan serta membagi jadwal kunjungan menjadi dua sesi, yakni pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB dan pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Meski demikian, lonjakan pengunjung tetap sulit dihindari.
“Kami sudah mengantisipasi lonjakan ini dengan menambah jumlah loket dan memperketat pengamanan. Namun, karena jumlah pengunjung sangat besar, antrean panjang tidak bisa dihindari. Kami mohon pengertian dan kerja sama dari keluarga warga binaan,” tambahnya.
Meski harus mengantre lama, suasana haru dan kebahagiaan tetap menyelimuti rutan saat para warga binaan bertemu dengan keluarga mereka. Tradisi membawa makanan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan kue kering tetap menjadi bagian dari momen perayaan ini, meskipun berlangsung di balik jeruji besi. (KPB)

