RELUNG.ID – Sopir angkot bernama Emen akhirnya membongkar modus yang digunakan pengurus Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) Cisarua untuk memungut uang kompensasi sopir angkot.
Emen pun menyebut pengurus KKSU yang memungut uang kompensasi sopir angkot ini yaitu Nandar Tayana.
“Nandar Tayana ini sudah hadir di Samsat Cibinong, Kabupaten Bogor saat pembagian uang kompensasi, dan meminta para sopir yang telah menerima bantuan ini untuk memberikan sejumlah uang kepadanya,” kata Emen dikutip dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi, Selasa (8/4).
Emen yang diketahui Ketua Komunitas sopir angkot yang beroperasi di jalur Puncak Bogor ini mengaku, anggotanya sempat tidak memberikan uang tersebut. Sehingga, Nandar pun menyuruhnya sebagai ketua untuk mengumpulkan uang tersebut.
Dia akhirnya mengikuti perintah dari Nandar Tayana untuk mengumpulkan uang dari anggotanya. Setelah pembagian selesai, Emen mengumpulkan total uang Rp4 juta dari 20 orang anggota komunitasnya.
“Kemudian, anak buah Nandar datang ke base camp komunitas sopir angkot dengan satu mobil. Disitu, Pak Nandar meminta menyerahkan uang tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Pengurus KKSU Cisarua, Nandar Tayana dalam klarifikasinya meminta maaf kepada Dedi Mulyadi setelah adanya laporan mengenai penyunatan uang kompensasi di jalur Puncak tersebut.
“Kami mohon maaf kepada Gubernur Jawa Barat, dan pihak lainnya karena rekan kami mengatasnamakan Dishub terkait pemotongan kompensasi ini,” katanya, di Simpang Gadog, Megamendung, kabupaten Bogor, Jumat lalu (4/4).
Dia membantah jika uang yang diterimanya tersebut merupakan hasil pemungutan. Menurutnya, uang tersebut sukarela dari sopir angkot. Uang diberikan pun bervariasi mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Menurutnya, uang kompensasi yang diberikan Gubernur Dedi Mulyadi ini untuk 430 sopir aktif trayek di jalur puncak.
Namun, saat ini sudah berjumlah 480 sehingga uang sukarela ini diberikan kepada mereka sesuai dengan data yang ada.
“Alhamdulillah, 100 persen kebagian. Jumlah kendaraan trayek di jalur Cisarua Puncak pada tahun 2021 ada 700 kendaraan,” pungkasnya. (vid)

