RELUNG.ID – Insiden yang terjadi setelah pelaksanaan Salat Idul Fitri di Jalur Pantura Situbondo hampir saja berakhir dengan pengeroyokan terhadap Slamet (30), salah satu anggota Pengurus Anak Cabang (PAC) Banser Banyuputih, Kabupaten Situbondo.
Momen tersebut terekam kamera dan viral di media sosial (medsos).
Berdasarkan videonya, kejadian ini terjadi Senin (31/3) lalu, setelah Salat di Masjid Nurul Muttaqin, sejumlah pemuda menyalakan petasan di sekitar lokasi tersebut.
Dalam upaya mengurangi kemacetan lalu lintas para pemudik, Slamet mengimbau agar petasan tidak dinyalakan di jalan raya.
Namun, saat melihat petasan yang disangka gagal meledak, Slamet mencoba menendangnya dengan tujuan mengurai kemacetan.
Tindakan tersebut justru memicu reaksi keras dari sekelompok pemuda yang kemudian mencoba untuk mengeroyoknya.
“Slamet mengimbau agar petasan tidak dinyalakan di Jalan Raya Nasional karena dapat mengganggu arus lalu lintas para pemudik. Namun, sekelompok pemuda tetap menyalakan petasan di dekat Masjid Nurul Muttaqin, yang kemudian ditendang oleh Slamet untuk mengurai kemacetan. Peristiwa tersebut berujung pada upaya pengeroyokan oleh sekelompok pemuda,” kata Ketua PAC Banser Banyuputih, Imam Taufiqurahman.
Imam menambahkan bahwa perwakilan dari kelompok pemuda tersebut telah berdamai dengan Slamet. Dia pun berharap agar akun media sosial yang mengunggah video viral insiden itu segera dihapus guna mencegah konflik lebih lanjut.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Situbondo, AKP Sutrisno juga membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, meskipun insiden itu terjadi pasca Salat Idul Fitri di sekitar Masjid Nurul Muttaqin, permasalahan tidak dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Masalah ini diselesaikan secara damai antara pihak Banser dan kelompok pemuda yang terlibat,” pungkasnya. (vid)

