RELUNG.ID – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) oleh seorang konsulen menjadi perbincangan hangat di media sosial. Insiden ini diduga menyebabkan korban mengalami cedera serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Meski viral, identitas korban maupun pelaku belum terungkap. Pihak Universitas Sriwijaya hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Unsri, Irfannuddin, menanggapi kasus ini secara singkat karena sedang berada di luar kota.
“Maaf, saya kurang tahu, masih dalam perjalanan dari luar kota,” ujarnya saat dihubungi.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai langkah kampus untuk menelusuri kejadian ini, Irfannuddin tidak memberikan tanggapan tambahan. Hal serupa juga terjadi pada Rektor Unsri, Taufik Marwah, yang tidak merespons konfirmasi dari media.
Di sisi lain, Humas Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Suhaimi, menyatakan bahwa pihak rumah sakit belum menerima laporan resmi terkait dugaan kekerasan tersebut.
“Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman dan kondusif bagi seluruh tenaga kesehatan maupun pasien,” kata Suhaimi.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut.
“Apabila memang ada masalah pribadi antarindividu, kami berharap dapat diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan tanpa mengganggu pelayanan kesehatan di RSMH,” tambahnya.
Suhaimi juga menegaskan bahwa RSMH berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan etika.
“Kami terbuka terhadap setiap laporan atau masukan dari masyarakat demi peningkatan mutu layanan dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta saling menghormati,” ujarnya.[THQ]

