RELUNG.ID – Warga di pinggiran Sungai Musi tepatnya di Lorong Keluarga, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang dibuat heboh.
Pasalnya, sebuah tongkang batubara Marine Tower menabrak enam unit rumah dan lima perahu milik warga yang berada di tepian Sungai Musi.
Berdasarkan informasi, kejadian ini terjadi pada Sabtu dini hari, (3/5). Saat kejadian warga sedang tertidur lelap karena kondisi tengah hujan deras yang disertai angin kencang.
Kemudian, warga dikejutkan dengan suara gemuruh yang membuat warga terbangun setelah itu baru diketahui suara tersebut berasal dari hantaman tongkang batubara yang menabrak rumah.
“Kami disini terkejut tiba tiba rumah ditabrak, kami terbangun dan keluar dari rumah sambil menyelamatkan anak anak,” kata Rosidin, salah satu korban yang rumahnya rusak.
Dia mengaku, tongkang yang menabrak rumahnya tersebut dalam keadaan kosong, hal ini dikarenakan tongkang tersebut terseret angin kencang saat sedang melepaskan jangkar di tengah Sungai Musi.
Rosidin juga menjelaskan, pada siang sebelum kejadian tongkang tersebut berada ditengah sungai berhenti. Malamnya sekitar pukul 12 hujan deras disertai angin kencang membuat tongkang hanyut.
“Kebetulan saat kejadian lampu mati membuat kami disini panik berhamburan keluar rumah,” ungkapnya.
Pasca kejadian kata Rosidin warga yang rumah dan perahunya rusak belum menerima ganti rugi dari pihak perusahaan tongkang yang menabrak.
Sementara itu, Camat Gandus Jupriansyah yang menerima laporan dari Lurah melalui RT terkait insiden tongkang batubara menabrak rumah warga ini langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Berdasarkan keterangan saksi tabrakan diakibatkan ombak dan angin kencang membuat tongkang yang berada di tengah sungai sedang terparkir hanyut hingga menabrak rumah dan perahu warga,” katanya.
Dari pendataan sementara, ada 13 KK, enam rumah dan lima perahu yang rusak untuk korban jiwa tidak ada untuk lain lainnya masih terus dilakukan pendataan.
“Untuk perwakilan Marine Tower sudah datang menemui warga ada itikad baik untuk mengganti semua kerusakan rumah dan perahu serta kerugian warga,” tuturnya.
Dia berharap keseriusan dan tanggung jawab dari pihak perusahaan untuk mengganti semua kerugian warga yang ditimbulkan akibat tabrakan tongkang Marine Tower.
“Terkait sanksi dan lain sebagainya akan kami laporkan dulu kepada pimpinan kami karena perlu diketahui kewenangan pengaturan lalu lintas tongkang ini berada di kementerian,” pungkasnya. (FZP)

