RELUNG.ID – Aura Cinta, seorang selebgram yang baru-baru ini viral karena keberaniannya mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus menjadi perbincangan publik. Dalam forum yang digelar oleh sang gubernur, Aura mengutarakan keberatannya terhadap penggusuran rumahnya di atas tanah negara dan larangan wisuda sekolah. Namun, keberaniannya tersebut memicu reaksi beragam dari warganet, mulai dari pujian hingga hujatan.
Di satu sisi, sang ayah, Agus, merasa menyesal telah mengizinkan putrinya menghadiri undangan tersebut. “Saya menyesal sekali, kenapa saat itu saya bujuk Aura untuk menemui bapak Gubernur,” ungkapnya sambil menangis. Agus juga mengaku ditegur oleh Aura karena dianggap tidak membelanya dalam forum tersebut.
Di sisi lain, Aura mengaku bangga meski sempat mengalami tekanan mental akibat komentar negatif yang diterimanya.
“Waktu itu sempat down banget karena kata-katanya sangat menyakitkan. Tapi sekarang saya bangga karena dikenal lebih banyak orang,” ujar Aura.
Sosok Aura Cinta sempat dikira masih remaja, namun informasi terbaru mengungkapkan bahwa ia telah berusia 20 tahun. Hal ini disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi saat berbincang dengan mantan kepala sekolah Aura, Didi Rosidi.
“Aura lahir tahun 2005, artinya sekarang sudah masuk kategori dewasa,” kata Dedi.
Aura yang selama ini dikenal sebagai selebgram dan pemain figuran di beberapa sinetron juga bercita-cita menjadi artis besar. Dalam beberapa kesempatan, ia mengungkapkan bahwa popularitasnya saat ini justru menjadi modal untuk mewujudkan impiannya.
“Memang aku cita-citanya mau jadi artis,” ucapnya.
Komisioner KPAI 2017-2022, Retno Listyarti, turut memberikan pandangan terkait interaksi Aura dengan Dedi Mulyadi. Ia menyoroti adanya ketidakseimbangan relasi kuasa yang membuat dialog terkesan menghakimi.
“Sebagai pemerhati, saya mengapresiasi keberanian Aura berbicara, meskipun sering dipotong sehingga maknanya tidak sampai,” jelas Retno.
Retno juga mengingatkan pentingnya melindungi anak muda yang berani menyampaikan pendapat, apalagi dalam konteks kebijakan publik.
“Dialog yang baik harusnya dilakukan dalam suasana yang lebih personal dan tidak melibatkan tekanan publik,” tambahnya.
Terlepas dari pro dan kontra, Aura mengaku bangga telah berani mengutarakan pendapatnya di hadapan pejabat tinggi. “Bangga bisa debat dengan yang punya jabatan tinggi. Ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan,” ujar Aura.
Aura kini tengah fokus mengejar karier di dunia hiburan sambil terus menginspirasi dengan keberaniannya. “Saya ingin menunjukkan bahwa anak muda juga punya suara yang penting untuk didengar,” tutupnya.

