RELUNG.ID – Meski bayang-bayang larangan operasional dari pemerintah AS masih menghantui, TikTok menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di Amerika Serikat.
Dalam sebuah acara besar yang digelar di Manhattan, Selasa (7/5), perusahaan milik ByteDance ini mengumpulkan sejumlah pengiklan utama untuk memamerkan strategi dan alat-alat baru bagi para pemasar.
Acara ini dipandu oleh komedian dan presenter Hasan Minhaj, dan dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah perusahaan raksasa seperti L’Oréal dan Unilever.
Dalam sesi presentasi, TikTok memperkenalkan inovasi yang ditujukan untuk memperkuat daya tarik platform tersebut bagi pelaku industri periklanan.
“Tiktok ada di sini, kami ada di sini,” ujar Khartoon Weiss, Wakil Presiden Solusi Bisnis Global TikTok, menegaskan kehadiran platform tersebut di pasar AS yang kini memiliki lebih dari 170 juta pengguna aktif.
Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian politik menyusul pengesahan undang-undang oleh Kongres AS yang mewajibkan ByteDance, induk TikTok yang berbasis di Tiongkok, untuk menjual operasional TikTok di Amerika Serikat ke perusahaan lokal, atau menghadapi larangan total.
Namun, Presiden Donald Trump yang sebelumnya mendukung larangan tersebut belakangan menunjukkan sinyal perubahan sikap.
Ia memberikan dua kali perpanjangan waktu, masing-masing selama 75 hari, untuk menyelesaikan proses transisi atau akuisisi. Perpanjangan terakhir diperkirakan akan habis pada bulan Juni mendatang.
Dalam acara tersebut, TikTok tidak menyampaikan pernyataan resmi terkait potensi pemisahan atau penjualan kepada perusahaan AS.
Namun, sejumlah perusahaan besar disebut-sebut berminat mengakuisisi TikTok, termasuk Amazon, Microsoft, dan bahkan kreator konten populer MrBeast.
Weiss juga menyebut bahwa TikTok kini semakin sering digunakan sebagai alternatif mesin pencari oleh generasi muda, bersaing langsung dengan Google dalam hal pencarian berbasis video pendek dan rekomendasi komunitas.
Meskipun masa depan TikTok di AS masih belum pasti, perusahaan ini tampaknya tetap fokus memperkuat posisinya di tengah para pengiklan, sekaligus menunjukkan kepercayaan diri terhadap kelangsungan operasionalnya di Negeri Paman Sam. (LWM)

