RELUNG.ID – Sumsel kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan potensi energi terbarukan (EBT) terbesar di Indonesia.
Berdasarkan kajian Institute for Essential Services Reform (IESR) tahun 2025, potensi teknis energi terbarukan di provinsi ini mencapai 5.507,51 MW.
Energi surya (3.689 MW) dan biomassa (7 GW) menjadi tulang punggung masa depan EBT di Sumsel.
Hal ini disampaikan oleh Raden Raditya Yudha Wiranegara, Manager Riset IESR, dalam webinar bertajuk “Unlocking Potential: Optimalisasi Energi Terbarukan Sumatera Selatan untuk Masa Depan Berkelanjutan” pada Sabtu (10/5/2025).
Potensi biomassa di Sumatera Selatan mencapai sekitar 7 GW, dengan kelapa sawit sebagai kontributor utama sebesar 6,4 GW.
Sumsel merupakan salah satu produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di Indonesia, menghasilkan 3,7 juta ton pada 2022 (BPS). Kabupaten Banyuasin menjadi pusat utama potensi biomassa, menyumbang 33 persen dari total provinsi.
“Biomassa memiliki keunggulan bahan baku yang dapat dikontrol, menjadikannya opsi strategis dalam bauran energi terbarukan Sumsel,” ujar Raden.
Namun, pengembangan EBT masih menghadapi tantangan, termasuk dominasi energi fosil dalam bauran energi dan minimnya subsidi untuk EBT. Selain itu, investor masih menganggap proyek EBT berisiko tinggi karena kurangnya kepastian kebijakan dan bankability proyek.
Solusi untuk Percepatan Transisi Energi
Raden mengusulkan langkah konkret untuk meningkatkan daya tarik proyek EBT, termasuk identifikasi lokasi optimal berdasarkan potensi energi dan kelayakan teknis.
Struktur pembiayaan proyek untuk mensimulasikan skema kemitraan dan pendanaan untuk memastikan kelayakan ekonomi tanpa membebani sponsor tunggal.
Penyederhanaan proses perizinan dengan melalui digitalisasi dan OSS (Online Single Submission). Serta, integrasi dengan RTRW untuk memastikan alokasi lahan untuk EBT selaras dengan sektor lainnya.
Ketua Gen-B Palembang, Bagas Pratama, menekankan peran penting generasi muda dalam transisi energi. “Kami adalah kelompok yang paling terdampak oleh kebijakan energi di masa depan sekaligus aktor kunci dalam mengawal perubahan ini,” tegasnya.
Ahmad Supardi, Koordinator Humas dan Edukasi Gen-B Palembang, menambahkan bahwa Sumsel memiliki modal besar untuk menjadi pelopor EBT di Indonesia. Dengan kekayaan sumber daya alam, dukungan ekonomi, dan semangat generasi muda, Sumsel berpotensi menjadi pusat transisi energi nasional.
“Generasi muda harus menjadi penggerak utama, menjembatani kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk mempercepat adopsi energi bersih,” tutup Ahmad. (LWM)

