RELUNG.ID – Polisi berhasil menangkap pria berinisial PP (45) yang terlibat dalam aksi premanisme terhadap kepala keamanan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Penangkapan dilakukan di rumah kontrakan pelaku di Jalan Kramat Barat 21, Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, pada Rabu (14/5/2025).
Kepala Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan seorang purnawirawan Polri berpangkat Iptu, sedang bertugas di Pos Pantau Pasar Induk Kramatjati.
Kronologi Kejadian
“Korban, yang menjabat sebagai chief security pasar, tengah duduk di pos pantau ketika tiba-tiba pelaku mendatangi dan mendorongnya sambil berteriak, ‘Mau ngajakin ribut lu? Kenapa semua pedagang saya gak boleh dagang? Atas perintah siapa itu?'” ujar Ressa, Kamis (15/5/2025).
Setelah melakukan intimidasi, pelaku langsung meninggalkan lokasi menuju area Lobi Cabai. Korban mencoba mengejar pelaku, tetapi situasi tidak memungkinkan. Akhirnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kramatjati.
Polisi segera melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Tim kami melakukan olah TKP, observasi terhadap saksi-saksi, dan analisis kepolisian. Berdasarkan hasil tersebut, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap,” kata Ressa.
Video Viral dan Latar Belakang Kasus
Kejadian ini menjadi sorotan setelah video aksi intimidasi tersebut viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @warungjurnalis, terlihat pelaku yang mengenakan kaus berkerah putih melakukan intimidasi terhadap korban.
Dugaan sementara, pelaku tidak terima karena korban menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang diduga berada di bawah perlindungan pelaku. Dalam video, pelaku bahkan menantang korban untuk berduel.
“Preman berkedok ormas ini tidak menerima tindakan penertiban terhadap PKL yang selama ini dibekinginya,” tulis akun tersebut.
Polisi menegaskan bahwa tindakan premanisme tidak akan ditoleransi.
“Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan tegas terhadap pelaku premanisme, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ujar Ressa.[THQ]

