Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Harga Jual Tidak Stabil, Petani Pepaya di Empat Lawang Menjerit
Regional

Harga Jual Tidak Stabil, Petani Pepaya di Empat Lawang Menjerit

alwiBy alwi15/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Petani pepaya di Empat Lawang. (Salim/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Para petani pepaya di Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang dihadapkan kekhawatiran.

Pasalnya, hasil tanaman pepaya mereka dijual dengan harga tidak stabil dan rendah.

Hal ini dialami salah satu petani asal Lintang Kanan bernama Andi, Kamis (15/5).

Baca juga :   Supervisi Polda Sumsel ke Polres Prabumulih: Humas Jadi Garda Terdepan Polri Bangun Kepercayaan Publik

Dia menceritakan bahwa banyak petani beralih dari tanaman kopi ke pepaya karena dinilai lebih menjanjikan.

“Awalnya kates (pepaya) terlihat menguntungkan. Banyak yang ubah kebun jadi ladang kates. Tapi sekarang, harganya kacau dan sering tak laku,” katanya.

Harga beli pepaya di tingkat petani hanya berkisar antara Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram, jauh dari harapan mereka untuk bisa menutupi biaya produksi.

Baca juga :   Dapur Petani Jadi Kebun Terlarang, Polisi Amankan 44 Batang Ganja

Tak jarang pembeli datang langsung ke kebun, memetik buah yang mereka anggap matang sempurna, namun menolak kates yang terlalu matang atau lembek.

“Banyak kates yang sudah matang terbuang sia-sia, padahal bisa diolah menjadi saus atau produk makanan lainnya,” ujarnya.

Dia pun berharap pemerintah daerah maupun pihak swasta bisa membantu mencarikan solusi. Baik melalui penstabilan harga, kemitraan industri, atau pengolahan hasil pertanian, sehingga tidak ada lagi kates yang terbuang sia-sia.

Baca juga :   Berantas Pungli, Pj Bupati Empat Lawang Bakal Pecat ASN yang Terlibat

“Kalau harga bisa naik dan pembeli lancar, Insya Allah masyarakat bisa lebih sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Lintang Kanan, Kodri Malisi membenarkan kondisi tersebut. Dia mengatakan bahwa produksi pepaya dari wilayahnya bisa mencapai 30 ton per hari, karena banyak warga menanam di lahan belasan hektare per orang.

Sayangnya, karena tidak terserap pasar, buah-buah tersebut menumpuk dan membusuk.

Baca juga :   Kasus Jalan Hauling PT Levi Bersaudara Abadi Berlanjut, SIRA Resmi Laporkan ke Kejati Sumsel

“Kami sudah berupaya mencari pihak yang mau membeli, termasuk industri pengolahan makanan, tapi sampai saat ini belum ada hasilnya. Padahal potensi sangat besar,” singkatnya. (SLM)

Empat Lawang Pepaya Petani Pepaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePreman Intimidasi Kepala Keamanan Pasar Induk Kramatjati, Ditangkap di Kontrakan
Next Article Hercules: Dari Kehidupan Kelam hingga Sukses sebagai Pengusaha Dermawan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,880 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,752 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,727 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?