RELUNG.ID – Produksi kopi di Pagaralam terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tercatat, saat ini produksi kopi di Pagaralam tembus 21 ribu ton.
Di mana, buah kopi ini didominasi varietas Robusta.
Demikian diungkapkan Kepala bidang Pekebunan Dinas Pertanian kota Pagaralam, Diki Herlambang, Kamis (15/5).
Dia menjelaskan ada tiga kecamatan yang menjadi sentra perkebunan kopi yakni kecamatan Dempo Utara, Dempo Tengah dan Dempo Selatan.
“Total lahan perkbunan kopi kota Pagaralam saat ini tercatat 8 ribu hektare lebih mayoritss berada di tiga kecamatan yakni Dempo Utara hingga Dempo Selatan ada sediikit di Kecamatan Pagaralam Utara,” katanya, Kamis (15/5)
Lima 5 tahun terakhir, produktifitas panen petani kopi terus meningkat berkat metode sambung pucuk dimana petani berhasil mendongrak panen hingga 50 persen lebih per musimnya.
Metode ini lanjut Diki berhasil lantaran kopi yang sudah berumur tua dan kurang produktif di lakukan pemangkasan kemudian di lakukan sambung pucuk menggunakan entres yang berasal clon kopi unggul dan saat entres pucuk telah berumur satu tahun bisa menghasilkan buah lebih banyak.
“Sejak petani mengembangkan motode sambung pucuk menggunakan entres clon kopi unggul yang ternyata sangat cocok untuk peremajaan kembali kopi agar lebih produktif mampu meningkat panen hingga 50 persent lebih dan program sambung pucuk ini di dukung oleh pemerintah daerah lewat bantuan alat bantu pertanian lewat dinas Pertanian dan Perkebunan,” tambahnya.
Meski biji kopi varietas Robusta harga jualnya lebih rendah di banding varietas Arabica lanjut Diki namun mayoritas petani kopi Pagar Alam sejak awal terbiasa membudidayakan jenis kopi tersebut.
Untuk varietas kopi Arabica yang harga jualnya lebih tinggi saat ini lanjut Diki baru terdata luas lahan sekitar 20 hektare yang di buddayakan.
“Saat ini primadona kopi kota Pagaralam tetap varietas Robusta namun ke depan kami mendorong masyarakat juga mulai lebih massif budidaya Arabica yang harga jualnya lebih tinggi,” pungkasnya. (TFK)

