RELUNG.ID – Nama Rosario de Marshall, yang lebih dikenal sebagai Hercules, sering dikaitkan dengan masa lalunya sebagai mantan preman di kawasan Tanah Abang. Namun, kini ia muncul sebagai figur pengusaha sukses dengan berbagai bisnis yang membawanya pada kehidupan serba berkecukupan.
Hercules, yang menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), memiliki sejumlah aset mulai dari properti, kendaraan mewah, hingga pasar pribadi. Ia menegaskan bahwa semua kekayaannya diperoleh melalui kerja keras, bukan hasil pemerasan.
Kekayaan Hercules
- Properti Mewah
Hercules memiliki rumah megah di Kompleks Kebon Jeruk Indah, Jakarta Barat, dengan luas 200 meter persegi. Rumah ini bergaya arsitektur klasik Eropa dengan pilar-pilar besar yang menonjolkan kesan mewah. Selain itu, ia juga memiliki rumah lain di Indramayu seluas 500 meter persegi, yang sering digunakan untuk kegiatan sosial. - Koleksi Kendaraan
Koleksi mobil Hercules meliputi Toyota Alphard, Jeep Rubicon, BMW, dan kendaraan lainnya. Untuk menyimpan kendaraan-kendaraan tersebut, ia membeli lahan kosong di depan rumahnya. - Pasar Pribadi
Hercules memiliki pasar pribadi seluas 5,5 hektar yang menjadi salah satu sumber pendapatannya. Dari pasar ini, ia mendapatkan penghasilan signifikan setiap bulannya. - Bisnis Perikanan dan Kapal
Selain properti dan pasar, Hercules juga memiliki bisnis di sektor perikanan dan pertanian. Ia mengelola kapal untuk mendukung usaha ini, yang sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan. - PT Titu Harmoni
Melalui perusahaan jasa keamanan miliknya, PT Titu Harmoni, Hercules mempekerjakan 2.000 karyawan. Banyak dari mereka merupakan mantan anak buahnya saat ia masih aktif di Tanah Abang. - Makelar Tanah
Hercules juga menjalankan usaha sebagai makelar tanah, bekerja sama dengan sejumlah perusahaan properti besar di Jakarta.
Komitmen Sosial
Hercules dikenal sebagai sosok dermawan yang rutin mengadakan kegiatan sosial seperti pengajian dan santunan yatim piatu. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini sudah ia lakukan selama puluhan tahun tanpa putus.
“Setiap malam Jumat, saya bertemu dengan anak-anak yatim dari berbagai panti asuhan. Tidak pernah ada uang haram di kegiatan ini, semua berasal dari hasil keringat saya sendiri,” ujarnya.
Hercules menegaskan bahwa sedekah adalah bagian dari keyakinannya bahwa berbagi tidak akan mengurangi rezeki, tetapi justru menambah keberkahan.
“Jika uang itu haram, bantuan yang saya berikan tidak akan membawa berkah. Saya takut pada Allah SWT, karena hidup ini sementara,” pungkasnya.
Kini, Hercules tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai figur yang menginspirasi melalui dedikasinya untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.[THQ]

